NUSA TENGGARA TIMUR — Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar bisnis. Perusahaan pelat merah itu menjalankan amanat negara sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026.
"Selama masih terdapat hasil panen petani yang harus diserap sesuai ketentuan, BULOG akan terus hadir menjalankan tugas tersebut secara konsisten sepanjang tahun," ujar Ahmad Rizal, Senin (29/6/2026).
Pernyataan ini muncul di tengah berbagai masukan dari pelaku usaha penggilingan padi. Mereka menyoroti dinamika pasokan gabah menjelang berakhirnya musim panen. BULOG mengaku memahami kondisi itu, tapi tetap berpegang pada kebijakan pemerintah yang bertujuan melindungi petani sebagai produsen utama pangan nasional.
Ahmad Rizal menekankan BULOG tidak datang sebagai pesaing penggilingan padi atau pelaku usaha lain. Sebaliknya, BUMN ini berperan sebagai instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas sektor perberasan.
“Kami menghormati setiap masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Namun di sisi lain, BULOG memiliki tanggung jawab untuk menjalankan amanat pemerintah," kata dia.
Selama ini, BULOG sudah menjalin kemitraan dengan ribuan penggilingan padi di berbagai daerah. Sinergi itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Rantai pasok beras nasional diharapkan tetap sehat dan berkelanjutan lewat kolaborasi ini.
Penyerapan sebesar 3,24 juta ton setara beras itu merupakan modal penting memperkuat CBP. Dengan target tahun 2026 sebesar 4 juta ton, BULOG masih punya ruang untuk menyerap sekitar 760 ribu ton lagi hingga akhir tahun.
Inpres Nomor 4 Tahun 2026 menjadi landasan utama. Aturan itu memerintahkan BULOG menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Ke depan, BULOG berkomitmen menjalankan penugasan secara profesional, transparan, dan akuntabel.