KUPANG — Wakil Ketua KPID NTT, Kekson F. Salukh, menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis bagi lembaganya dalam membangun masyarakat yang cerdas bermedia. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali pemahaman mendalam tentang etika bermedia dan penggunaan platform digital secara bijak.
"Kami berharap KPID NTT dapat dilibatkan dalam kegiatan pengenalan kampus untuk memberikan edukasi mengenai literasi media dan perkembangan platform digital penyiaran," ujar Kekson dalam pertemuan tersebut.
Kekson menambahkan, kolaborasi antara KPID dan UCB tidak terbatas pada kegiatan sosialisasi. Rencananya, kerja sama ini akan diperluas ke ranah riset, penelitian, dan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung pada pembangunan daerah.
"Kerja sama ini akan diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) sehingga menghasilkan program nyata, bukan sekadar wacana," tegasnya.
Koordinator Bidang Kelembagaan KPID NTT, Ichsan Arman Pua Upa, menjelaskan bahwa kemitraan dengan perguruan tinggi merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, khususnya dalam aspek penelitian dan pengembangan.
"KPID NTT terbuka membangun sinergi dengan seluruh perguruan tinggi demi mendorong kemajuan dunia penyiaran di Nusa Tenggara Timur," ujarnya.
Sementara itu, anggota KPID NTT, Trisna L. Dano, menilai kampus memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Ia berharap UCB terus berinovasi menghasilkan lulusan yang mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif sekaligus turut mengawasi berbagai aplikasi yang memiliki karakteristik penyiaran.
Wakil Rektor III UCB, John Einstein, menyambut baik inisiatif KPID NTT. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan komitmen UCB dalam memperkuat literasi digital, riset, dan transformasi pendidikan.
"Kami menyambut baik rencana kerja sama ini. UCB memiliki lima fakultas yang siap mendukung berbagai program kolaborasi, mulai dari penelitian, pengabdian masyarakat hingga pengembangan sumber daya manusia," kata John.
Ia menambahkan, UCB juga mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui penguatan kompetensi, termasuk penguasaan bahasa asing.
Kepala LP3M UCB, Vinsensius Belawa Lemaking, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memanfaatkan berbagai media penyiaran, seperti radio, televisi, podcast, serta jurnalistik kampus sebagai sarana edukasi dan diseminasi informasi.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UCB, Sakti Oktaria Batubara, menambahkan bahwa kampus terus mengembangkan media digital dan jurnalistik kampus sebagai bagian dari peningkatan kompetensi mahasiswa, termasuk menyiapkan tenaga kesehatan yang siap bekerja di luar negeri.
Sementara itu, Wakil Dekan II FKIP UCB, Lanny Isabela Dwisyahri Koroh, berharap sinergi dengan KPID NTT dapat semakin memperkuat pengawasan terhadap konten digital, khususnya dalam mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk penyalahgunaan media sosial.
Sebelumnya, KPID NTT telah melakukan kunjungan serupa ke Universitas Nusa Cendana. Rencananya, agenda kemitraan akan dilanjutkan ke sejumlah perguruan tinggi lain di Kota Kupang, yakni Universitas Muhammadiyah Kupang, Universitas Widya Mandira, dan Universitas Kristen Artha Wacana.