KUPANG — Rapat bilateral yang digelar di Kota Kupang itu berfokus pada upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi regional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Flobamora. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin langsung pertemuan yang juga dihadiri Ketua SKALA Indonesia Petrarca Karetji beserta jajaran pimpinan perangkat daerah Pemprov NTT.
Melkiades menegaskan bahwa kerja sama dengan Australia tidak boleh berhenti pada tataran diskusi. Pihaknya ingin memastikan setiap program yang disepakati berdampak langsung pada kesejahteraan warga di kabupaten/kota.
“Kami tidak sekadar berdiskusi, tetapi membuka jalan untuk masa depan NTT. Mulai dari industri garam Rote yang siap naik kelas, peluang investasi, pembukaan kembali penerbangan Kupang–Darwin, pengembangan kawasan perbatasan hingga peningkatan kualitas SDM. Saya percaya, setiap kabupaten di NTT punya kekuatan yang bisa menjadi mesin pertumbuhan,” ungkapnya.
Sektor industri garam di Kabupaten Rote Ndao menjadi sorotan utama dalam pertemuan ini. Komoditas unggulan tersebut diharapkan bisa naik kelas ke skala industri nasional dan menembus pasar ekspor melalui dukungan teknis serta suntikan investasi dari mitra internasional.
Pemprov NTT menilai potensi garam Rote selama ini belum dikelola secara maksimal. Dengan pendampingan teknis dan akses pasar yang lebih luas, komoditas ini dinilai mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di NTT.
Reaktivasi rute penerbangan internasional Kupang–Darwin turut menjadi bahan pembahasan yang dinilai strategis. Pemulihan konektivitas udara ini diyakini akan membuka arus barang dan orang secara lebih cepat, sekaligus memperkuat posisi NTT sebagai pintu gerbang Indonesia menuju Australia dan Timor-Leste.
Selain itu, optimalisasi pembangunan kawasan perbatasan negara juga masuk dalam daftar prioritas. Pemerintah ingin kawasan perbatasan tidak lagi dipandang sebagai wilayah terpinggirkan, melainkan beranda depan yang produktif secara ekonomi.
Perluasan peluang investasi menjadi benang merah dari seluruh agenda yang dibahas. Pemerintah Provinsi NTT berharap kemitraan ini tidak hanya menghasilkan nota kesepahaman di atas kertas, tetapi juga berujung pada pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Tugas pemerintah adalah menghadirkan mitra, membuka akses, dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat. Terima kasih kepada Pemerintah Australia atas komitmen dan dukungan yang terus diberikan bagi NTT. Semoga persahabatan ini tidak hanya melahirkan kerja sama, tetapi juga lebih banyak lapangan kerja, investasi, dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutup Melkiades.