Bupati Kupang Sebut Lumbung Pangan Kupang Timur "Memberi Makan" Satu Kabupaten, Dorong Pengolahan Hasil Panen dari Hulu ke Hilir

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 12:25:01 WIB
Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan pidato saat menghadiri syukur panen di Kupang Timur, Minggu (…).

OELAMASI — Momentum syukur panen di Kupang Timur tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keberhasilan bertani, tetapi juga menjadi pengingat bahwa wilayah ini adalah lumbung pangan utama Kabupaten Kupang. Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan, produksi pertanian dari kecamatan ini memiliki peran vital dalam memasok kebutuhan pangan warga di seluruh kabupaten.

"Kupang Timur ini luar biasa. Apa yang dihasilkan dari wilayah ini ikut memberikan makan bagi Kabupaten Kupang. Karena itu, potensi yang kita miliki harus kita jaga dan kembangkan, mulai dari hulu sampai hilir," ujarnya di hadapan jemaat, Minggu pagi.

Hasil Panen Harus Diolah, Bukan Hanya Dijual Mentah

Bupati Yosef Lede mengingatkan bahwa melimpahnya hasil panen tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan petani jika tidak diimbangi pengelolaan pascapanen yang baik. Para petani didorong untuk tidak berhenti pada proses menghasilkan pangan mentah.

"Jangan hanya kita menghasilkan banyak, tetapi setelah itu tidak ada pengelolaan yang baik. Kita harus berpikir dari hasil produksi sampai bagaimana hasil itu memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Yosef Lede.

Menurutnya, pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah serta perluasan akses pemasaran menjadi kunci agar sektor ini mampu mendorong ekonomi warga secara berkelanjutan.

Pertanian Disebut Kekuatan Strategis Pembangunan Daerah

Dalam kesempatan itu, Bupati mengajak warga memandang pertanian sebagai sektor strategis, bukan sekadar mata pencaharian turun-temurun. Tanah dan sumber daya alam yang dimiliki daerah disebut sebagai berkat yang wajib dikelola secara bertanggung jawab.

Yosef Lede menilai rasa syukur atas panen harus diwujudkan dalam kerja nyata, seperti menjaga lahan produktif, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat semangat gotong royong. "Syukur panen bukan hanya tentang kita bersyukur karena mendapatkan hasil. Syukur juga harus diwujudkan dengan bagaimana kita menjaga tanah, mengolahnya dengan baik dan memastikan hasilnya dapat dinikmati oleh keluarga dan masyarakat," jelasnya.

11 Tahun Membangun Rumah Tuhan, Bupati Minta Jemaat Tak Putus Asa

Di luar soal pertanian, Bupati Yosef Lede juga menyoroti pembangunan Gedung Gereja Imanuel Oesao yang telah berjalan sekitar 11 tahun. Ia meminta jemaat tetap menjaga semangat persatuan meski pembangunan fisik membutuhkan perjuangan panjang.

"Kalau membangun rumah selama 11 tahun belum selesai, tentu ada rasa kecewa. Tetapi jangan sampai kecewa itu berubah menjadi putus asa. Kita harus terus berjuang karena apa yang kita bangun ini adalah rumah Tuhan," ungkapnya.

Bupati mengingatkan agar pembangunan gedung tidak berorientasi pada fisik semata, melainkan seiring dengan penguatan persekutuan jemaat. "Gedung boleh bagus, tetapi yang paling penting adalah persekutuannya. Jangan sampai gedungnya bagus, tetapi persekutuannya tidak ada. Kekuatan gereja ada pada persekutuan jemaat," katanya.

Pemkab Kupang dan Gereja: Mitra dalam Pembangunan Masyarakat

Yosef Lede menegaskan pemerintah daerah dan gereja merupakan mitra dalam pembangunan masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak terus membangun komunikasi dan kolaborasi menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

"Pemerintah adalah mitra. Karena itu, kita harus terus membangun kerja sama dan kolaborasi. Kalau ada pergumulan, mari kita bicarakan dan cari jalan keluarnya bersama-sama," ujarnya.

Di hadapan jemaat, Bupati juga menyampaikan pergumulan Pemkab Kupang dalam melaksanakan pembangunan. Luas wilayah kabupaten dan besarnya kebutuhan masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan anggaran daerah. Meski demikian, pemerintah terus berupaya memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui berbagai program, termasuk membangun komunikasi dengan pemerintah pusat. Salah satu dukungan yang telah diperoleh adalah program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: flobamora-spot.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top