KUPANG — Sebanyak 71 tim pengabdian dari Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi diterjunkan ke berbagai titik di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak 2026 ini digelar dengan suntikan dana sebesar Rp 1,09 miliar, menjadikannya salah satu program pengabdian dengan skala terbesar yang pernah dilakukan kampus tersebut dalam satu kota.
Wakil Rektor IV Undana Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Philipi de Rozari, menyebut program ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menekankan bahwa keberadaan perguruan tinggi harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya melalui publikasi ilmiah di lingkungan akademik.
"Menjadi world-class university tidak hanya diukur dari peringkat global, tetapi juga dari kemampuan perguruan tinggi memberikan solusi atas persoalan riil di daerah," kata Philipi di Kupang, Senin.
Philipi menjelaskan, seluruh tim pengabdian akan bekerja dengan prinsip locally relevant. Artinya, potensi dan kebutuhan lokal Kota Kupang menjadi dasar utama dalam pengembangan riset serta pelaksanaan pengabdian. Pendekatan ini diyakini mampu menghasilkan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi warga.
"Melalui prinsip ini, Undana dapat menjadikan potensi dan kebutuhan lokal sebagai dasar pengembangan riset serta pengabdian agar berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Kupang," ujarnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada tataran menghasilkan riset dan inovasi yang hanya tersimpan di perpustakaan. Lebih dari itu, hasil karya sivitas akademika harus mampu diterjemahkan menjadi solusi yang bisa dirasakan manfaatnya oleh publik.
Kehadiran 71 tim PKM di Kota Kupang disambut positif oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang. Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menilai kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah merupakan kunci untuk mempercepat laju pembangunan di ibu kota provinsi NTT tersebut.
"Pembangunan Kota Kupang tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah. Kami menyambut dengan tangan terbuka kehadiran para akademisi dan mahasiswa Undana," kata Serena.
Serena memberikan catatan tegas kepada para akademisi. Ia berharap hasil riset dan pengabdian yang dilakukan tidak hanya berakhir sebagai dokumen formal. Menurutnya, data dan temuan dari lapangan harus diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan inovasi berbasis riset untuk memajukan Kota Kupang.
"Hasil riset dan pengabdian ini kami harapkan tidak berhenti sebagai laporan formal di atas kertas, tetapi menjadi rekomendasi kebijakan dan inovasi berbasis riset untuk memajukan Kota Kupang," tegasnya.
Ketua Panitia PKM Undana Berdampak, Prof. Dr. I Gusti Made Budiana, mengungkapkan bahwa seluruh tim akan turun langsung ke masyarakat. Mereka diarahkan untuk menggali kondisi dan potensi warga secara langsung sebagai dasar pelaksanaan program pengabdian di lapangan.
"Kegiatan PKM ini merupakan implikasi nyata sivitas akademika Undana dalam mewujudkan cita-cita pembangunan daerah," kata Budiana.
Ia menambahkan, antusiasme untuk berkolaborasi datang dari seluruh elemen kampus, mulai dari pimpinan hingga mahasiswa. Sinergi dengan Pemerintah Kota Kupang diharapkan mampu memberikan kontribusi konkret bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.