45 Dokter Baru Undana Dilantik di Kupang, Siap Ditempatkan di Fasilitas Kesehatan Pelosok NTT

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 19:20:01 WIB
dokter baru dilantik dalam pengambilan sumpah dokter periode ke-49 di Kupang, Senin (18/11/2024).

KUPANG — Pengambilan sumpah dokter periode ke-49 ini menjadi penanda dimulainya tugas pelayanan bagi para lulusan di tengah tantangan geografis NTT yang tidak mudah. Wakil Rektor I Undana Bidang Akademik, Prof. Annytha I. R. Deta, menekankan pentingnya kesiapan mental dan integritas para dokter baru, terutama saat ditempatkan di daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.

"Seorang penolong atau healer harus menyembuhkan dan mendidik dirinya terlebih dahulu melalui integritas, ketahanan mental, dan kesejahteraan sendiri, agar mampu menghidupkan kehidupan kepada masyarakat. Pegang teguh prinsip ini di manapun Saudara ditempatkan," ujar Annytha di Kupang, Senin.

Bekal Menghadapi Tantangan Pelayanan di Daerah

Menurut Annytha, kebutuhan tenaga medis di NTT tidak hanya menuntut kompetensi klinis. Daya tahan fisik, empati, serta komitmen untuk melayani masyarakat menjadi modal utama yang harus dimiliki setiap dokter yang bertugas di wilayah kepulauan.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Undana disebutnya terus memperkuat pendidikan kedokteran. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) melalui kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Udayana (Unud).

Seluruh Lulusan Lolos Uji Kompetensi

Dekan FKKH Undana, Dr. Christina Olly Lada, mengungkapkan bahwa seluruh dokter yang dilantik telah dinyatakan lulus Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Kelulusan ini menjadi syarat utama sebelum mereka memasuki tahap pengabdian di fasilitas kesehatan.

"Pengambilan sumpah periode ke-49 ini menjadi torehan prestasi membanggakan bagi Undana karena seluruh lulusan telah berhasil melewati tahapan UKMPPD dengan baik," kata Christina.

Ia menambahkan, dukungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT melalui skema beasiswa turut berperan dalam proses pendidikan. Skema ini sekaligus menyiapkan para dokter untuk mengikuti program internsip dan pendayagunaan dokter di berbagai daerah.

"Kepercayaan Masyarakat Hanya Dijaga dengan Integritas"

Berbicara mewakili rekan-rekannya, Steven S. Elim menyebut profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah pelayanan. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah hal paling berharga yang harus dijaga dengan ilmu dan kejujuran.

"Menjadi dokter bukan hanya tentang memiliki segudang pengetahuan, tetapi belajar mendengar, berempati, serta tetap rendah hati ketika ilmu yang kita punya ternyata belum mampu menjawab semua pertanyaan pasien. Kepercayaan masyarakat ini hanya dapat kita jaga dengan ilmu, integritas, dan kasih kepada sesama," ujarnya.

Steven juga mengajak rekan-rekannya untuk tidak melupakan perjuangan orang tua, dosen, serta tenaga kesehatan yang mendampingi mereka selama pendidikan hingga tahap ko-asistensi selesai. Para dokter baru ini kini menanti penempatan resmi untuk mulai mengabdi di pelosok NTT.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top