NUSA TENGGARA TIMUR — Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 akan menjadi panggung penghormatan terakhir bagi aktor legendaris Korea Selatan, Ahn Sung-ki, yang meninggal dunia awal tahun ini. Lewat program bertajuk "Those Beautiful Years, Ahn Sung-ki", festival yang berlangsung 6-15 Oktober 2026 ini memutar enam film pilihan yang secara khusus disusun sendiri oleh almarhum sebelum wafat.
Film-film yang ditayangkan merupakan karya-karya puncak Ahn Sung-ki di era 1980-an hingga 1990-an. Judul seperti A Fine, Windy Day (1980), Whale Hunting (1984), Chil-su and Man-su (1988), Gagman (1989), White Badge (1992), dan Festival (1996) akan hadir dalam rangkaian pemutaran khusus ini.
Program ini menjadi puncak dari rangkaian tribut nasional untuk aktor yang memulai debutnya sejak 1957 sebagai aktor cilik. Sepanjang kariernya yang membentang hampir tujuh dekade, Ahn Sung-ki juga dikenal sebagai Duta Goodwill UNICEF dan anggota tetap komite festival BIFF.
Setiap sesi pemutaran akan menghadirkan tamu spesial yang merupakan rekan kerja lama Ahn Sung-ki. Sutradara Lee Jang-ho, Bae Chang-ho, dan Chung Jiyoung dipastikan hadir, bersama aktris Kim Bo-Yeon dan Bae Jong-ok. Selain pemutaran film, BIFF juga akan menerbitkan buku kumpulan esai tentang perjalanan karier dan warisan sang aktor, bekerja sama dengan Korean Film Archive.
Di sisi lain, Asian Contents & Film Market (ACFM) yang digelar 10-13 Oktober 2026 meluncurkan program baru bernama Country of Honor. Thailand terpilih sebagai penerima perdana status kemitraan tingkat tertinggi ini, menandai babak baru kerja sama industri film Asia Tenggara dan Korea Selatan.
Hubungan kedua industri film sebenarnya sudah terjalin lama. Film Ploy garapan Pen-ek Ratanaruang pernah terpilih dalam Pusan Promotion Plan 2006, sementara Wonderful Town karya Aditya Assarat membawa pulang penghargaan New Currents di festival 2007.
Ketua Thai Film Directors Association, Chookiat Sakveerakul, menyambut baik pengakuan ini. "Thailand sangat terhormat dinobatkan sebagai Country of Honor pertama di ACFM 2026," ujarnya. Ia menambahkan, kemitraan ini akan membuka pintu bagi film dan konten Thailand untuk menjangkau audiens internasional yang lebih luas sekaligus memperkuat kolaborasi antara Thailand, Korea Selatan, dan mitra global lainnya.
Daya tarik Thailand sebagai lokasi syuting memang tengah naik daun. Lebih dari 540 produksi film dan TV asing tercatat melakukan pengambilan gambar di Negeri Gajah Putih sepanjang tahun lalu, didorong insentif cash rebate hingga 30 persen untuk proyek yang memenuhi syarat.
Penunjukan Thailand sebagai mitra utama ACFM kali ini sekaligus menegaskan posisi Busan sebagai pintu gerbang utama distribusi konten Asia ke pasar global. Dengan program tribut Ahn Sung-ki dan kemitraan baru bersama Thailand, gelaran tahun ini diprediksi menjadi salah satu edisi paling emosional sekaligus strategis dalam sejarah festival.