JAKARTA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) bertolak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis. Kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu untuk memastikan proses tanggap darurat dan pemulihan pascabencana berjalan optimal di lapangan.
Kunjungan kerja ini mencakup tiga kabupaten yang terdampak gempa, yakni Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Wapres dijadwalkan meninjau lokasi terdampak serta fasilitas layanan dasar masyarakat di wilayah tersebut.
Peran Mahasiswa dalam Pemulihan Psikologis Korban
Kehadiran mahasiswa psikologi UI dalam rombongan bukan sekadar seremoni. Mereka dilibatkan untuk memberikan pendampingan trauma healing bagi warga yang mengalami tekanan psikologis akibat gempa.
Gibran menilai kepedulian anak muda terhadap korban bencana perlu difasilitasi agar terwujud dalam aksi nyata. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa merupakan bagian penting dari semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.
Pemerintah tidak hanya berkewajiban memastikan kebutuhan fisik masyarakat tertangani, tetapi juga mendorong generasi muda untuk hadir dan berkontribusi sesuai kapasitas serta keahlian yang dimiliki.
Memastikan Kebutuhan Darurat Warga Terpenuhi
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah melihat langsung kondisi masyarakat terdampak sekaligus memastikan keperluan masa tanggap darurat mereka terpenuhi. Dengan begitu, langkah pemulihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Kehadiran Wapres Gibran merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana. Menjamin keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab negara dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak menjadi prioritas utama.
Kolaborasi Lintas Elemen Percepat Pemulihan
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, mahasiswa, dan berbagai elemen bangsa dinilai menjadi kekuatan bersama dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana di NTT. Sinergi ini diharapkan mampu menjangkau aspek pemulihan yang tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis korban.