NUSA TENGGARA TIMUR — Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan pihaknya dibantu TNI Angkatan Udara dalam memadamkan kebakaran di TPA Galuga menggunakan sistem water bombing. Penyiraman dari udara itu dilakukan menggunakan helikopter yang diterbangkan dari Lanud Atang Sendjaja.
"Kami dibantu TNI Angkatan Udara dengan sistem water bombing, yaitu penyiraman melalui udara menggunakan helikopter dari Lanud Atang Sendjaja," kata Rudy saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa, dikutip dari Antara.
Pemadaman lewat udara menjadi pilihan utama karena posisi titik api berada di bagian belakang kawasan TPA, jauh dari jangkauan mobil pemadam kebakaran. Rudy menjelaskan, petugas harus menyambungkan selang hingga panjang 400-500 meter untuk mencapai lokasi, yang mengakibatkan tekanan air berkurang drastis.
"Titik api berada di ujung paling belakang sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa mengakses ke dalam," ujarnya.
Kebakaran pertama kali terdeteksi Senin (7/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Api dilaporkan membesar pada tengah malam sebelum akhirnya dapat dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIB, meski masih menyisakan sejumlah titik yang belum sepenuhnya padam.
Rudy memastikan api berasal dari lahan pertanian yang bersebelahan dengan TPA Galuga. Kebakaran kemudian merambat ke area pembuangan sampah lama yang sudah tidak digunakan, bukan dari timbunan sampah aktif.
Untuk mencegah meluasnya kebakaran ke area timbunan aktif, petugas telah membuat parit pembatas antara lahan pertanian dan kawasan TPA. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan upaya penyiraman dari darat yang melibatkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, TNI, serta Polres Bogor.
Kepolisian turut mengerahkan kendaraan water cannon untuk menyemprot titik-titik api yang masih menyala. Sementara itu, pendataan luas lahan yang terbakar masih berlangsung menggunakan pesawat nirawak atau drone.
Rudy memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Adapun penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan karena petugas masih memprioritaskan pemadaman agar api tidak menjalar ke area yang lebih luas.
Operasi pemadaman dari udara dan darat akan terus berlanjut hingga seluruh titik api di kawasan TPA Galuga dapat dipadamkan sepenuhnya.