Pencarian

Sungai Barito Surut, Pasokan Batu Bara Terjepit—Sektor Ini Naik ke Overweight

Rabu, 09 September 2026 • 08:33:32 WIB
Sungai Barito Surut, Pasokan Batu Bara Terjepit—Sektor Ini Naik ke Overweight
Permukaan air Sungai Barito yang surut menghambat lintasan tongkang pengangkut batu bara di Kalimantan Tengah.

NUSA TENGGARA TIMUR — Gangguan logistik di Sungai Barito bukan sekadar isu musiman. Analis Bahana Sekuritas, Jeremy Mikael, dalam riset yang terbit pada 7 September 2026, menilai kondisi ini berpotensi memperketat pasokan batu bara di tengah prospek pasar regional yang kian mendukung.

Volume Terancam, Muatan Tongkang Ikut Menyusut

Ketika muka air sungai menurun drastis, kapal tongkang tidak bisa lagi melintas di sejumlah titik. Konsekuensinya ganda: volume pengiriman berisiko hilang, dan kapasitas muatan tiap tongkang ikut terpangkas.

Kalimantan Tengah selama ini menjadi salah satu lumbung pasokan batu bara untuk pasar domestik dan ekspor. Tersendatnya jalur sungai berarti tekanan pasokan di sisi hilir, terutama jika musim kemarau berkepanjangan.

Prospek Regional Menopang Harga

Jeremy menilai gangguan logistik ini terjadi tepat saat permintaan regional menunjukkan tanda-tanda penguatan. Kombinasi pasokan yang ketat dan permintaan yang sehat biasanya menjadi pemicu kenaikan harga batu bara.

Dari sisi emiten, perusahaan tambang yang mengandalkan jalur Sungai Barito untuk distribusi akan merasakan dampak paling awal. Namun, dalam konteks sektor, pasar justru membaca situasi ini sebagai peluang perbaikan harga jual.

Rekomendasi Naik ke Overweight

Bahana Sekuritas resmi menaikkan pandangan sektor batu bara Indonesia menjadi overweight. Sebelumnya, sektor ini berada di posisi netral.

Keputusan ini mencerminkan keyakinan analis bahwa risiko gangguan pasokan akan lebih besar pengaruhnya terhadap harga dibandingkan potensi penurunan volume produksi. Dengan kata lain, efek harga diprediksi mengalahkan efek kuantitas.

Bagi investor, perubahan rekomendasi ini menjadi sinyal untuk mencermati saham-saham batu bara berkapitalisasi besar yang memiliki fleksibilitas logistik lebih baik.

Musim kemarau memang pola tahunan, tapi tingkat kekeringan Sungai Barito kali ini tergolong ekstrem. Jika kondisi berlanjut, tekanan pasokan bisa berlangsung lebih lama dari perkiraan pasar—dan itu justru menjadi katalis positif bagi harga batu bara ke depan.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks