Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena mengajak jemaat GMIT Genesaret Danau Ina di Lasiana, Kota Kupang, memperkuat pelayanan gereja dan solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri penahbisan dan peresmian gedung kebaktian jemaat tersebut, Sabtu. Ia menegaskan pembangunan gedung bukan tujuan akhir, melainkan sarana memperkuat kehidupan umat dan menghadirkan manfaat bagi warga sekitar.
KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menghadiri penahbisan dan peresmian Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Genesaret Danau Ina, Klasis Kota Kupang Timur, di Lasiana, Kota Kupang, Sabtu. Dalam kesempatan itu ia mengajak seluruh jemaat memperkuat pelayanan gereja sekaligus meningkatkan solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana.
Menurut Melki, gedung gereja bukanlah tujuan akhir pembangunan. Ia menyebut bangunan itu sebagai sarana memperkuat kehidupan umat, keluarga, dan generasi muda, sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Gubernur berharap gedung kebaktian tersebut menjadi rumah doa, rumah kasih, rumah pengharapan, dan rumah pelayanan. Tidak hanya bagi jemaat, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan, penghiburan, dan pertolongan.
"Gedungnya ditahbiskan hari ini, dan pelayanannya dilakukan setiap hari," katanya di Kupang, Sabtu.
Ia juga menyampaikan harapan agar dari tempat ibadah itu lahir doa-doa yang menguatkan, keluarga-keluarga yang dipulihkan, anak-anak yang bertumbuh dalam iman, pemuda-pemudi yang memiliki masa depan, serta jemaat yang hadir membawa damai bagi masyarakat.
"Kiranya dari tempat ini lahir doa-doa yang menguatkan, keluarga-keluarga yang dipulihkan, anak-anak yang bertumbuh dalam iman, pemuda-pemudi yang memiliki masa depan, serta jemaat yang hadir membawa damai bagi masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Melki mengajak jemaat turut merasakan duka masyarakat Flores yang sedang menghadapi bencana gempa bumi. Ia menegaskan warga Flores tidak menghadapi musibah itu sendirian.
"Kita adalah bersaudara, kita adalah sesama Flobamorata. Rasa sakit yang ada di Flores adalah juga rasa sakit dan duka yang kita alami di sini," katanya.
Gubernur mengajak jemaat memperkuat solidaritas, kepedulian, dan semangat gotong royong. Termasuk bersama gereja-gereja serta umat beragama lainnya dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
"Ketika saudara kita menangis, kita hadir. Ketika saudara kita kehilangan, kita berbagi. Ketika saudara kita melalui bencana, kita tidak boleh berdiri jauh dan hanya menyaksikan," tegasnya.
Melki juga mengajak jemaat mendoakan dan menyampaikan belasungkawa kepada dua orang asal NTT yang kehilangan nyawa saat menjalankan tugas sebagai aparat negara di Tanah Papua.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para pelayan Tuhan, panitia pembangunan, jemaat, donatur, pemerintah, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan gedung kebaktian tersebut.
Menurutnya, peresmian gedung itu menjadi kesaksian atas iman, ketekunan, pengorbanan, dan semangat gotong royong jemaat dalam membangun kehidupan bergereja.
Pada kesempatan itu, Gubernur Melki Laka Lena menandatangani prasasti peresmian Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Genesaret Danau Ina.