Huawei Percepat Peluncuran Chip AI Ascend 960DT ke Kuartal I 2027

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Kamis, 17 September 2026 | 21:18:31 WIB

NUSA TENGGARA TIMUR — Huawei memajukan jadwal peluncuran chip AI generasi terbaru Ascend 960DT ke kuartal pertama 2027, dari rencana semula kuartal ketiga tahun yang sama. Perusahaan mengumumkan percepatan ini di ajang Huawei Connect, dengan klaim peningkatan performa dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya. Langkah ini memperkuat ambisi Huawei menantang dominasi Nvidia di pasar komputasi AI global.

Huawei memindahkan jadwal rilis chip Ascend 960DT ke kuartal pertama 2027. Keputusan itu disampaikan langsung dalam konferensi Huawei Connect dan dikonfirmasi juru bicara perusahaan kepada TechCrunch.

Sebelumnya, Huawei menargetkan peluncuran chip tersebut pada kuartal ketiga 2027. Percepatan ini menandai percepatan strategi perusahaan dalam menggarap pasar chip AI yang selama ini dikuasai Nvidia.

Klaim Performa dan Arsitektur Peerium Computing

Juru bicara Huawei menyatakan Ascend 960 hadir lebih cepat dari jadwal dengan performa dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya. "The Ascend 960DT is expected to be ready in Q1 2027. Ascend 960 chips are launching ahead of schedule, doubling performance and advancing year by year," ujarnya.

Pengumuman ini disampaikan oleh David Wang, rotating and acting chairman Huawei, dalam sesi Huawei Connect. Perusahaan juga memperkenalkan Peerium Computing Architecture, pendekatan yang menghubungkan ratusan ribu hingga jutaan chip AI menjadi satu sistem komputasi raksasa.

Arsitektur ini bertumpu pada UnifiedBus, teknologi Huawei untuk menautkan prosesor dengan memori, penyimpanan, dan perangkat jaringan. Eric Xu, rotating chairman Huawei, menyebut Peerium Computing Architecture dirancang untuk membangun sistem AI berskala besar, baik untuk pelatihan maupun inferensi.

Sistem Atlas 950 dan Skala SuperCluster

Sistem pertama yang memakai arsitektur ini adalah Atlas 950 SuperPoD dan SuperCluster. Huawei mengklaim satu unit Atlas 950 SuperCluster mampu menghubungkan hingga 256.000 kartu akselerator.

Namun, percepatan jadwal chip ini memunculkan pertanyaan soal skala sistem AI Huawei secara keseluruhan. Analis teknologi China, Rui Ma, menyoroti perbedaan angka yang disebutkan perusahaan.

"The chip itself is coming WAY earlier, but the SuperPoD they announced is much smaller than what they originally laid out," tulis Ma di platform X. Ia mencatat Huawei sebelumnya menyebut Atlas 960 SuperPoD akan menskalakan hingga 15.488 chip Ascend 960, sementara pengumuman terbaru hanya menyebut sistem dengan 4.096 chip.

Tekanan Geopolitik dan Ambisi Kemandirian Semikonduktor

Huawei terus memajukan ambisi chip-nya meski menghadapi pembatasan Amerika Serikat terhadap akses China ke teknologi semikonduktor canggih. Ma menilai pembatasan itu tidak akan menghentikan China mengembangkan teknologi semikonduktor sendiri.

"I think it's futile to stop China's development in semiconductors because the stakes for self-sufficiency are just too high at this point," tulisnya.

Pengumuman ini muncul sepekan sebelum Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu pada 24 September di Washington, DC. Trump sebelumnya menolak seruan pelaku industri AI untuk memperlambat pengembangan teknologi dengan alasan keamanan, dan menegaskan AS harus menjaga keunggulan atas China.

Di sisi lain, Xu berargumen China perlu mempercepat pengembangan AI untuk mengejar AS. Menurut laporan Financial Times, ia menyatakan perusahaan-perusahaan China perlu maju lebih jauh sebelum bisa memahami dan mengatasi risiko dari sistem AI yang lebih kuat.

Percepatan jadwal Ascend 960DT menjadi sinyal bahwa persaingan chip AI antara Huawei dan Nvidia akan semakin ketat menjelang 2027. Bagi pelaku industri di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dinamika ini berpotensi memengaruhi ketersediaan dan harga infrastruktur komputasi AI di kawasan dalam beberapa tahun ke depan.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top