7 Hal dari Orang Tua yang Selalu Diingat Anak Seumur Hidup

Penulis: Hendra Setiawan  •  Minggu, 20 September 2026 | 13:50:01 WIB

NUSA TENGGARA TIMUR — Anak sering lupa mainan apa yang pernah dibelikan orang tuanya, tapi hampir selalu ingat bagaimana perasaannya saat ditemani. Penelitian di jurnal Developmental Review tahun 2015 menemukan bahwa momen-momen kecil bersama orang tua justru yang paling melekat di ingatan anak hingga dewasa. Berikut tujuh hal yang membuat anak merasa benar-benar dicintai.

Banyak ibu bertanya-tanya, mengapa anak lebih ingat kejadian sederhana ketimbang hadiah mahal. Jawabannya ada pada cara otak anak menyimpan memori emosional. Pengalaman yang melibatkan perasaan aman dan diperhatikan cenderung bertahan lebih lama dibanding benda apa pun.

1. Pengalaman yang Dijalani Bersama

Anak mungkin tidak mengingat berapa kali Bunda membelikan es krim. Yang melekat justru momen saat hanya ada kalian berdua di toko es krim, menikmati kebersamaan tanpa tergesa.

Penelitian mendukung bahwa pengalaman bersama bisa mempererat ikatan keluarga. Jadi, fokuslah pada kebersamaannya, bukan pada apa yang dibeli.

2. Saat Orang Tua Meletakkan Gadget untuk Quality Time

Ketika Bunda memberi perhatian penuh dan menyingkirkan ponsel, anak merasakan bahwa dirinya benar-benar hadir dalam pikiran orang tuanya. Di momen itulah mereka merasa dicintai sepenuhnya.

Psikoterapis Lianne Avila menyarankan meluangkan 15–20 menit sehari khusus untuk anak. "Tanyakan bagaimana harinya. Ajukan banyak pertanyaan. Ini akan membuat mereka tahu bahwa kita benar-benar tertarik pada kehidupan mereka, dan pastikan untuk menunggu jawabannya," ujarnya.

3. Kata-Kata Positif yang Diucapkan Orang Tua

Kalimat sederhana seperti "Aku bangga padamu", "Kamu membuat keluarga ini lebih baik", atau "Kamu adalah teman yang baik" punya dampak besar. Ungkapan itu membentuk harga diri dan identitas anak sejak usia dini.

Kata-kata tersebut akan mereka ingat seumur hidup, bahkan saat Bunda sudah lupa pernah mengucapkannya.

4. Cara Orang Tua Menangani Situasi Sulit

Anak mengandalkan orang tua untuk mendapat bimbingan saat menjelajahi dunia. Ketika masa sulit datang, mereka akan mengingat cara Bunda atau Ayah berbicara, bagaimana mereka dibuat merasa aman, dan bagaimana orang tua bereaksi terhadap tekanan.

Psikolog Dr. Sheryl Ziegler menjelaskan, "Sebagian besar anak-anak belajar dengan mengamati dan meniru tindakan orang-orang di sekitar mereka." Orang tua, lanjutnya, menjadi panutan yang paling mudah diamati karena ikatan emosional yang kuat.

5. Ketika Orang Tua Tidak Ada untuk Anak

Anak juga tidak akan melupakan saat-saat orang tuanya tidak hadir ketika mereka membutuhkan. Meski terdengar negatif, ini bisa berdampak positif.

Pengalaman itu membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, karena mereka belajar bahwa orang tua memang tidak selalu bisa berada di sana.

6. Perilaku Orang Tua di Depan Orang Dewasa Lain

Anak selalu memperhatikan isyarat dari orang tuanya. Ketika Bunda atau Ayah membicarakan seseorang di belakangnya atau memperlakukan orang lain dengan buruk, anak menyadarinya dan menafsirkannya sebagai perilaku yang boleh ditiru.

Sebuah studi tahun 2018 di Journal of Cognition and Development menunjukkan bahwa isyarat nonverbal orang tua turut membentuk cara anak bersikap sosial.

7. Sikap Orang Tua Saat Stres atau Tertekan

Bagaimana Bunda dan Ayah bersikap ketika sedang stres atau menghadapi tekanan juga terekam dalam ingatan anak. Mereka belajar cara mengelola emosi dari contoh yang mereka lihat setiap hari di rumah.

Menjaga reaksi tetap tenang, meski tidak selalu mudah, adalah pelajaran berharga yang akan anak bawa hingga dewasa.

Yang Perlu Diperhatikan

Tidak ada orang tua yang sempurna, dan itu wajar. Yang penting adalah konsistensi dalam memberi perhatian, bukan kesempurnaan setiap saat. Jika Bunda merasa hubungan dengan anak sedang renggang, coba mulai dari satu kebiasaan kecil, misalnya 15 menit tanpa gadget setiap hari.

Bila muncul kekhawatiran soal perilaku atau perkembangan emosi anak yang dirasa mengganggu, konsultasi dengan psikolog anak bisa jadi langkah yang tepat.

Ingatan anak terbentuk dari hal-hal kecil yang dilakukan orang tua setiap hari, bukan dari momen besar sesekali. Meletakkan ponsel, mengucapkan kata-kata positif, dan menunjukkan cara menghadapi masalah dengan tenang adalah warisan yang akan mereka bawa seumur hidup.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top