NUSA TENGGARA TIMUR — Harga emas spot melemah 0,80% menjadi USD4.343,54 per troy ons pada perdagangan Senin (21/9/2026), tertekan ekspektasi The Fed masih memperketat kebijakan moneter tahun ini. Penguatan dolar AS terhadap enam mata uang utama membuat logam mulia semakin mahal bagi pemegang mata uang lain.
Tekanan jual sempat membawa emas anjlok lebih dari 1% ke level terendah sesi di USD4.322,19 per troy ons sebelum akhirnya sedikit memangkas pelemahan. Pergerakan ini melanjutkan tren negatif setelah keputusan The Fed menaikkan suku bunga mendorong dolar AS menguat lebih dari 1% pada pekan lalu.
Penguatan indeks dolar terhadap enam mata uang utama menjadi pemicu utama koreksi emas. Ketika dolar menguat, harga emas yang di-denominasi dalam mata uang AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga permintaan cenderung menurun.
Bukan hanya The Fed yang memberi tekanan. Sejumlah bank sentral utama lain juga mengeluarkan sinyal hawkish yang memperkuat posisi dolar AS di pasar valuta asing. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang kurang menguntungkan bagi aset non-bunga seperti emas.
Emas tidak memberikan imbal hasil (yield) seperti obligasi atau deposito. Ketika suku bunga naik, biaya peluang (opportunity cost) memegang emas meningkat karena investor bisa mendapatkan return lebih tinggi dari instrumen berbunga.
Bagi investor dalam negeri, pelemahan emas global biasanya tercermin pada harga emas Antam dan Pegadaian, meski pergerakan harganya juga dipengaruhi kurs rupiah terhadap dolar AS. Jika rupiah ikut melemah, penurunan harga emas domestik bisa lebih terbatas dibandingkan koreksi di pasar global.
Investor yang memegang emas sebagai lindung nilai perlu mencermati arah kebijakan The Fed dalam beberapa bulan ke depan. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dalam waktu lebih lama menjadi faktor utama yang membatasi ruang penguatan emas.
Pasar akan terus memantau data ekonomi AS dan pernyataan pejabat The Fed untuk mengukur seberapa agresif pengetatan moneter yang akan dilakukan. Setiap sinyal hawkish tambahan berpotensi memperkuat dolar dan menekan emas lebih lanjut.
Sebaliknya, jika data ekonomi AS mulai melemah atau The Fed memberi sinyal pelonggaran, emas berpotensi kembali mendapat dukungan. Level USD4.322 per troy ons akan menjadi support jangka pendek yang perlu diperhatikan.