Pencarian

IDAI Periksa Jantung 100 Anak di Sumba Barat, Perkuat Deteksi Dini Penyakit Bawaan

Selasa, 22 September 2026 • 06:17:01 WIB
IDAI Periksa Jantung 100 Anak di Sumba Barat, Perkuat Deteksi Dini Penyakit Bawaan
Dokter dari IDAI memeriksa jantung 100 anak melalui ekokardiografi di Sumba Barat.

KUPANG — Pemeriksaan ekokardiografi memungkinkan dokter melihat struktur dan fungsi jantung secara langsung, sehingga kelainan bawaan (kongenital) maupun penyakit jantung rematik bisa terdeteksi lebih awal. Selain pemeriksaan, tim Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI menggelar pelatihan intensif bagi tenaga medis di Sumba Barat.

Pelatihan mencakup kemampuan dasar mendeteksi penyakit jantung pada anak, interpretasi hasil pemeriksaan dasar, serta manajemen awal kegawatdaruratan jantung. IDAI Cabang NTT menyatakan kegiatan ini melibatkan dokter spesialis anak dari berbagai kabupaten di NTT dan bekerja sama dengan puskesmas serta pemerintah daerah setempat.

Mengapa Sumba Barat Dipilih

Ketua IDAI Cabang NTT Woro Indri Padmosiwi menyatakan pihaknya secara konsisten memilih satu wilayah untuk bakti sosial setiap tahun, dengan fokus pada daerah berkebutuhan kesehatan anak tinggi. Sumba masuk kriteria itu karena aksesnya masih terbatas dan angka stunting cukup tinggi.

"Kami memilih wilayah-wilayah seperti Sumba karena aksesnya masih terbatas dan angka stunting cukup tinggi. Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian kami kepada masyarakat, karena kami ingin memastikan anak-anak di NTT mendapatkan hak kesehatan yang sama," ujarnya.

Deteksi Awal Penentu Keselamatan Pasien

Ketua UKK Kardiologi IDAI Rizky Adriansyah menegaskan deteksi dini penyakit jantung pada anak sangat krusial untuk keselamatan pasien. Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) harus dikenali lebih awal agar dapat dirujuk dan ditangani secara tepat.

"Anak dengan PJB harus dikenali lebih awal agar dapat dirujuk dan ditangani secara tepat. Deteksi dini sangat krusial untuk keselamatan pasien," ucapnya.

Tantangan Kesehatan Anak Indonesia

Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso menyebut Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam kesehatan anak. Tantangan itu meliputi tingginya angka kematian bayi dan balita, rendahnya cakupan imunisasi, serta masalah stunting dan gizi buruk.

Menurut Piprim, kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah-wilayah penting seperti Sumba Barat merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen IDAI melayani anak-anak Indonesia.

"Kami di IDAI akan terus mengedukasi masyarakat dan memberikan pelayanan langsung kepada anak-anak Indonesia, termasuk di berbagai wilayah Indonesia dan kepulauan," ucapnya.

Investasi Jangka Panjang untuk Kesehatan Anak

IDAI berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi pemangku kepentingan untuk terus berinvestasi dalam kesehatan anak. Piprim menyebut setiap detak jantung anak yang sehat sebagai detak masa depan bangsa.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi pemangku kepentingan untuk terus berinvestasi dalam kesehatan anak, karena setiap detak jantung anak yang sehat adalah detak masa depan bangsa," ujarnya.

Bakti sosial di Sumba Barat menjadi bagian dari program rutin tahunan IDAI Cabang NTT. Keberlanjutan program dijaga melalui kerja sama dengan puskesmas dan pemerintah daerah, sehingga kemampuan deteksi dini penyakit jantung anak tetap tersedia setelah tim pusat meninggalkan lokasi.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks