Wali Kota Kupang Christian Widodo menegaskan digitalisasi transaksi pemerintah daerah menjadi penguat ekonomi wilayah, seiring Kota Kupang kembali ditetapkan sebagai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Terbaik I wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua (Nusampua) 2026. Penghargaan itu diumumkan dalam Rakornas P2DD 2026 yang dirangkai dengan pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center, Jakarta.
KUPANG — Christian Widodo menyampaikan hal itu dalam keterangan yang diterima di Kupang, NTT, Kamis. Ia menyebut capaian tersebut menegaskan konsistensi Pemerintah Kota Kupang mendorong transformasi digital pemerintahan, terutama lewat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dan digitalisasi layanan keuangan daerah.
"Mempertahankan lebih sulit daripada meraih. Karena itu, penghargaan ini harus menjadi dorongan untuk meningkatkan standar kerja dan memastikan digitalisasi benar-benar membuat pelayanan publik lebih mudah, cepat, transparan dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Christian.
Kota Kupang bukan pendatang baru di ajang ini. Bank Indonesia sebelumnya mencatat Kota Kupang sebagai TP2DD Kota Terbaik wilayah Nusampua pada 2025.
Jejaknya lebih panjang lagi. Setelah meraih Terbaik II pada 2023, Kota Kupang naik menjadi Terbaik I pada 2024, mempertahankannya pada 2025, dan kembali meraih posisi yang sama pada 2026.
Sejumlah langkah ditempuh untuk memperkuat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Pemkot Kupang mendigitalkan pembayaran pajak dan retribusi, sekaligus mengembangkan layanan seperti BARONDA (Bayar Pajak Online Daerah).
Arah kebijakan itu menempatkan digitalisasi sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik. Perluasan kanal pembayaran digital juga memberi kemudahan bagi warga memenuhi kewajiban pajak dan retribusi.
Christian menegaskan keberhasilan digitalisasi tidak cukup diukur dari berapa banyak layanan yang sudah memakai sistem elektronik. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan yang dirasakan masyarakat.
"Kita tidak sekadar memindahkan pelayanan dari meja ke layar. Yang kita bangun adalah cara baru pemerintah melayani, lebih sederhana, lebih cepat, lebih transparan dan semakin dekat dengan masyarakat," katanya.
Ke depan, Pemkot Kupang akan memperluas transformasi digital, tidak hanya pada pembayaran pajak dan retribusi, tetapi juga menuju ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.
Fokusnya mencakup perluasan transaksi non-tunai, peningkatan literasi digital masyarakat, dukungan terhadap UMKM, penguatan integrasi layanan, serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Christian menyebut prestasi ini hasil kerja bersama. Pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, perangkat daerah, pelaku usaha, dan masyarakat berperan membangun ekosistem transaksi digital di Kota Kupang.
"Kita apresiasi capaian ini, tetapi setelah penghargaan, pekerjaan kita justru semakin besar. Ukuran akhirnya bukan penghargaan, melainkan seberapa jauh masyarakat merasakan manfaat dari perubahan yang kita lakukan," tegasnya.