NUSA TENGGARA TIMUR — Samsung Intelligent Eyewear bakal resmi meluncur November 2026, begitu bocoran dari pejabat Samsung Korea Selatan. Kacamata pintar Android XR ini mengandalkan kamera, mikrofon, dan speaker tanpa layar, dengan Google Gemini sebagai otak AI-nya. Target bobotnya 5 gram lebih ringan dari Ray-Ban Meta yang berbobot 51 gram, tapi harga jualnya masih gelap.
Kabar peluncuran Samsung Intelligent Eyewear mencuat setelah ajang Galaxy Unpacked beberapa waktu lalu. Saat itu Samsung baru sebatas mengumumkan perangkatnya, belum menyentuh tanggal peluncuran resmi. Informasi terbaru menyebut kacamata pintar ini bakal hadir November 2026, meski Samsung belum mengonfirmasi tanggal pastinya secara terbuka.
Samsung Intelligent Eyewear bukan kacamata AR dengan tampilan visual di lensa. Perangkat ini mengandalkan kamera, mikrofon, dan speaker untuk menangkap informasi dari lingkungan sekitar.
Interaksi utamanya lewat suara. Pengguna bisa mengajukan pertanyaan atau perintah ke Google Gemini, yang bakal jadi mesin AI utama di balik kacamata ini. Smartphone Galaxy yang terhubung berperan membantu memproses kemampuan AI tersebut.
Pendekatan ini menempatkan Intelligent Eyewear sebagai pendamping smartphone, bukan pengganti. Ponsel tetap jadi pusat komputasi, sementara kacamata jadi perpanjangan mata dan telinga pengguna.
Salah satu target ambisius Samsung adalah bobot. Intelligent Eyewear dikabarkan ditargetkan 5 gram lebih ringan dibanding Ray-Ban Meta yang berbobot sekitar 51 gram.
Kalau target ini tercapai, Intelligent Eyewear bakal berada di kisaran 46 gram. Selisih 5 gram terdengar kecil di atas kertas, tapi untuk perangkat yang dipakai di wajah sepanjang hari, perbedaan bobot segitu cukup kerasa di hidung dan pelipis.
Catatan pentingnya: angka ini masih target, bukan bobot final. Samsung belum mengumumkan spesifikasi resmi lengkap, termasuk harga jual.
Isu privasi jadi perhatian serius di kategori AI glasses, terutama karena kamera bisa merekam orang lain tanpa mereka sadari. Samsung menyiapkan solusi lewat LED indikator di bagian dalam dan luar frame.
LED ini menyala sebagai tanda ketika kamera sedang merekam. Kalau LED eksternal ditutup atau dihalangi, kemampuan merekam bakal otomatis dinonaktifkan. Mekanisme ini mencegah pengguna merekam diam-diam tanpa sepengetahuan orang di sekitar.
Kalau jadwal November 2026 akurat, Samsung bakal masuk ke pasar AI glasses dengan positioning yang jelas: perangkat pendamping Galaxy, bukan pengganti smartphone. Strategi ini berbeda dari kacamata AR yang mencoba menampilkan konten visual langsung di lensa.
Ray-Ban Meta sudah lebih dulu membuktikan bahwa kacamata pintar tanpa layar bisa diterima pasar. Samsung datang belakangan, tapi membawa kekuatan ekosistem Galaxy dan integrasi Gemini yang belum dimiliki kompetitor mana pun.
Tanggal pasti dan harga masih menunggu pengumuman resmi. Sampai saat itu, semua angka yang beredar sifatnya bocoran dari pejabat Samsung Korea Selatan, bukan spesifikasi final.