NUSA TENGGARA TIMUR — Chris Gordon bersiap menghadapi ayahnya sendiri, Colin Gordon, di Piala Dunia Powerchair 2025 di Buenos Aires. Kiper Timnas Inggris itu akan berhadapan dengan sang ayah yang kini menangani Argentina pada laga penyisihan, Minggu. Laga ini jadi pertemuan keluarga paling personal di turnamen yang diikuti 10 negara.
Piala Dunia Powerchair 2025 digelar di Buenos Aires, Argentina, mulai Sabtu hingga final 23 Oktober mendatang. Sebanyak 10 tim ambil bagian, dari tuan rumah Argentina dan Uruguay hingga Australia dan Jepang. Seluruh pertandingan disiarkan langsung melalui YouTube.
Bagi Chris Gordon, turnamen ini bukan sekadar ajang keempatnya memperkuat Inggris. Sang ayah, Colin, duduk di bangku pelatih Argentina. "Saya penggemar sepak bola besar saat tumbuh dewasa. Ayah saya terlibat di powerchair football karena saya," kata Chris, dikutip BBC Sport.
Colin Gordon bukan nama asing di sepak bola Inggris. Pada 1980-an dan 1990-an, ia berkarier sebagai striker di klub seperti Birmingham City, Fulham, dan Leicester City. Setelah pensiun, ia beralih menjadi agen pemain.
Keterlibatan Colin di powerchair football bermula dari sang anak. Keduanya sempat bekerja sama di West Brom selama beberapa tahun, sebelum Colin dipercaya menangani Timnas Inggris. Pada Piala Dunia 2023, ia membawa Inggris ke final sebelum kalah adu penalti dari Prancis.
Kini Colin menangani Argentina. "Ayah saya sekarang melatih Argentina, jadi kami akan saling berhadapan di Piala Dunia," ujar Chris.
Inggris datang ke Buenos Aires sebagai salah satu favorit, bersama Prancis dan Amerika Serikat. Skuad asuhan Adam McEvoy memadukan pemain muda dan senior. Dan McLellan, 17 tahun, bersiap menjalani Piala Dunia keduanya, sementara kapten Jon Bolding menuju turnamen kelimanya.
"Saya sudah bermain powerchair football selama 25 tahun. Dulu kami memakai kursi roda NHS dan memasang ban mobil di bagian depan," kata Bolding, yang berasal dari dekat Reading.
McLellan baru saja mengambil alih kapten klubnya, Aspire PFC, dari Bolding. "Saya bermain sejak usia delapan tahun. Saya masuk skuad Inggris di usia 14," ujar pemain sayap asal Peterborough itu. "Tidak setiap anak 17 tahun bisa tampil di dua turnamen besar. Kami percaya diri bisa sampai final."
Inggris menjuarai Euro 2019, tetapi trofi Piala Dunia masih belum mereka raih. Bolding menyebut gelar dunia sebagai satu-satunya yang hilang dari koleksi timnya. "Akan sangat berarti membawa Piala Dunia ke Inggris. Kami sudah mencoba bertahun-tahun," katanya.
Pelatih Adam McEvoy menyadari tantangan berat menanti. "Saya sangat menantikan Piala Dunia ini untuk menunjukkan cara kami bermain dan siapa kami. Ini akan jadi Piala Dunia tersulit sejauh ini," ujarnya. "Dengan grup yang kami punya dan cara kami bermain, tidak ada alasan kami tidak bisa melaju jauh."
Powerchair football dimainkan empat lawan empat oleh penyandang disabilitas seperti muscular dystrophy, cerebral palsy, dan spinal muscular atrophy. Lapangannya cukup menggunakan lapangan basket dengan bola lebih besar.
Pemain menggunakan kursi roda bertenaga listrik yang dilengkapi bumper depan untuk menendang, mengumpan, dan menggiring bola. Di Inggris, kompetisi terbagi dalam dua divisi utama, ditambah ratusan pemain di liga regional. Liga serupa berkembang di Skotlandia, Irlandia, serta kota Cardiff dan Wrexham.
Bagi Chris, laga melawan Argentina tetap soal harga diri keluarga. "Inggris pasti menang, jadi hak membanggakan diri akan jadi milik saya," ujarnya.