KUPANG — Rilis BMKG melalui akun X @infobmkg mencatat gempa pertama terjadi pukul 06:32:05 WIB pada koordinat 7,44 Lintang Selatan dan 124,44 Bujur Timur. Pusatnya di 95 km Utara Alor dengan kedalaman 586 km. Kedalaman ekstrem itu membuat guncangan tidak dirasakan signifikan di permukaan dan tidak berpotensi tsunami.
Berselang lima menit, pukul 06:37:16 WIB, gempa Magnitudo 2,5 tercatat di 43 km Utara Ruteng, Manggarai. Episentrum berada di koordinat 8,25 LS dan 120,59 BT pada kedalaman 10 km.
Gempa ketiga menyusul pukul 06:39:49 WIB di wilayah Timur Laut Mbay, Nagekeo. Kekuatannya Magnitudo 1,4 pada koordinat 8,34 LS dan 121,50 BT. Skala kecil ini umumnya hanya terekam alat, bukan dirasakan warga.
Gempa di kedalaman ratusan kilometer terjadi di zona subduksi dalam, jauh di bawah kerak bumi bagian atas. Energi yang dilepas tidak cukup mengangkat dasar laut secara vertikal — syarat utama terbentuknya tsunami.
Wilayah NTT memang berada di jalur pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktivitas seismik skala kecil di provinsi ini tercatat rutin oleh jaringan sensor BMKG.
BMKG belum merilis laporan dampak kerusakan dari ketiga peristiwa tersebut. Warga di Alor, Manggarai, dan Nagekeo diminta mengikuti pembaruan dari kanal resmi BMKG dan tidak menyebarkan informasi gempa yang belum terverifikasi.
Informasi resmi bisa diakses lewat laman bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, atau akun @infobmkg di media sosial.