BMW PHK 1.800 Karyawan di China, Penjualan Anjlok 21,8 Persen

Penulis: Jauhari Lubis  •  Rabu, 04 November 2026 | 18:49:01 WIB
BMW memangkas 1.800 karyawan di China atau sekitar 10 persen dari total pekerja BMW Brilliance Automotive sejak Senin (2/11).

NUSA TENGGARA TIMUR — BMW memangkas 1.800 karyawan di China atau sekitar 10 persen dari total pekerja BMW Brilliance Automotive (BBA) sejak Senin (2/11). Pemutusan hubungan kerja menyasar lini produksi hingga administratif, dengan porsi terbesar di fasilitas manufaktur Shenyang, Provinsi Liaoning. Langkah efisiensi di China menjadi bagian dari restrukturisasi global grup BMW yang sebelumnya merencanakan pengurangan sekitar 8.000 karyawan atau 5 persen dari 154.000 tenaga kerja dunia.

Sejumlah karyawan mengonfirmasi perusahaan memberikan paket kompensasi dengan skema N+5. Komponen N dihitung berdasarkan gaji bulanan sebelum pajak, sementara tambahan angka 5 diambil dari gaji pokok di luar bonus kinerja.

Restrukturisasi di China menyasar lini produksi, berbeda dengan kebijakan di kantor pusat Jerman yang lebih difokuskan pada bagian administratif, riset dan pengembangan (R&D), serta perencanaan proyek.

Laba Sebelum Pajak Merosot 29,4 Persen

Tekanan finansial menjadi alasan di balik efisiensi besar-besaran. Pada paruh pertama 2026, laba sebelum pajak BMW turun 29,4 persen secara year-on-year. Marjin EBIT segmen otomotif terpuruk ke 3,6 persen, jauh di bawah target jangka panjang perusahaan di rentang 8 hingga 10 persen.

Volume pengiriman kendaraan BMW secara global pada tiga kuartal pertama 2026 turun 4,9 persen menjadi 1,71 juta unit. Pasar China yang selama ini menjadi penyumbang terbesar justru mencatat penurunan paling tajam.

China Kini Hanya 25,4 Persen Penjualan Global

Pengiriman unit BMW dan Mini di Negeri Tirai Bambu anjlok 21,8 persen menjadi sekitar 376.000 unit. Kontribusi pasar China terhadap penjualan global BMW menyusut dari 32,3 persen pada 2023 menjadi 25,4 persen pada 2025.

Pabrik BBA di Shenyang merupakan basis manufaktur terbesar BMW di dunia. Fasilitas yang 75 persen sahamnya dikuasai BMW Group ini memproduksi sejumlah model populer, mulai dari Seri 3, Seri 5, X1, X3, X5, hingga lini kendaraan listrik seperti i5, i3, dan iX3 Neue Klasse.

Dampak efisiensi di Shenyang berpotensi merambat ke rantai pasok lokal. Pemasok komponen di Liaoning yang bergantung pada volume produksi BBA perlu menyesuaikan kapasitas jika output pabrik ikut dikurangi mengikuti pelemahan permintaan.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top