MALAKA — Ketua Panitia Etape I Stanis Lausmoat menyebut peserta etape I tidak hanya berasal dari kalangan pelajar, tetapi juga melibatkan warga dan komunitas olahraga di dua kabupaten tersebut. Berbeda dengan tahun lalu yang digelar dengan bersepeda, ajang tahun ini dilakukan dengan berjalan kaki.
Sepanjang rute, peserta menggelar aksi sosial dengan mengunjungi rumah tidak layak huni yang direncanakan akan dibedah, sekolah, dan rumah ibadah.
Aksi Sosial di Sepanjang Rute 15 Kilometer
Stanis menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-86 Provinsi NTT. Rangkaian HUT itu juga diisi dengan bedah rumah gratis.
"Di Kabupaten Malaka ada lima orang penerima bantuan untuk rumah tidak layak huni. Kemudian di Kabupaten Belu ada lima orang penerima manfaat rumah tidak layak huni," kata Stanis.
Ia berharap Tour de EnTeTe 2026 Etape I tidak hanya mendorong pola hidup sehat, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat melalui aksi sosial.
"Kami berharap, Tour de NTT 2026 Etape I tidak hanya mendorong pola hidup sehat, tetapi juga memberi manfaat masyarakat melalui aksi sosial," imbuhnya.
Gubernur Targetkan Rute Ujung ke Ujung Tahun Depan
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena turut hadir dalam pelepasan peserta etape I. Laka Lena menargetkan ajang tersebut bisa digelar di semua kabupaten/kota di NTT pada tahun depan.
"Hari ini kita mulai dari Etape pertama star dari Malaka. Saya pastikan setelah hari ini akan menjadi sejarah karena ke depan akan kami bikin Tour de EnTeTe dari ujung ke ujung. Ujung Pulau Timor sampai ujung Timor, ujung Sumba sampai ujung Sumba, ujung Flores sampai ujung Flores," kata Laka Lena.
Etape I wilayah Timor menjadi pembuka rangkaian Tour de EnTeTe 2026. Sepuluh penerima manfaat bedah rumah tersebar di Malaka dan Belu, sementara peserta menempuh rute darat dari Meotroi hingga Tasifeto Barat.