Pencarian

Pemkab Kupang Gandeng Politani dan UCB Perkuat Sektor Pertanian serta Kesehatan

Kamis, 07 Mei 2026 • 23:02:02 WIB
Pemkab Kupang Gandeng Politani dan UCB Perkuat Sektor Pertanian serta Kesehatan
Bupati Kupang menandatangani MoU dengan Politani dan UCB untuk pengembangan sektor pertanian dan kesehatan.

OELAMASI — Pemerintah Kabupaten Kupang memperkuat sinergi dengan sektor akademisi guna memacu pembangunan di wilayah yang masih berstatus daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani) serta Universitas Citra Bangsa (UCB).

Kerja sama tersebut menyasar dua sektor krusial, yakni optimalisasi lahan pertanian dan pemenuhan tenaga kesehatan berkualitas. Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk keberpihakan institusi pendidikan terhadap kebutuhan riil masyarakat di Naibonat dan sekitarnya, Kamis (7/5/2026).

Target Produktivitas Pertanian dan Modernisasi Pola Pikir Petani

Fokus utama dengan Politani Kupang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Yosef Lede menyoroti besarnya potensi lahan di Kabupaten Kupang yang belum tergarap maksimal akibat keterbatasan teknologi dan sumber daya manusia di lapangan.

"Kita punya lahan banyak, tetapi jangan sampai satu hektar hanya menghasilkan lima ton. Kami berharap Politani bisa membantu sehingga hasilnya meningkat. Kalau hasil pertanian baik dan menghasilkan, anak-anak muda juga akan tertarik menjadi petani," ujar Yosef Lede di Ruang Rapat Bupati Kupang.

Selain peningkatan hasil panen, pemerintah daerah berharap kehadiran akademisi mampu mengubah stigma profesi petani di mata generasi muda. Menurutnya, petani harus dipandang sebagai profesi menjanjikan yang memberikan kehidupan, bukan sekadar pekerjaan fisik tanpa sentuhan ilmu pengetahuan.

Transformasi Tenaga Kesehatan: Upgrade Kualifikasi Bidan ke Jenjang S1

Di sisi lain, kemitraan dengan UCB Kupang difokuskan pada penguatan layanan medis di RSUD Naibonat dan berbagai puskesmas. Saat ini, Kabupaten Kupang masih menghadapi tantangan besar berupa kekurangan tenaga dokter serta kualifikasi tenaga kesehatan yang perlu disesuaikan dengan regulasi terbaru.

Rektor UCB Kupang, Prof. Frans Salesman, mengungkapkan kesiapan institusinya untuk memfasilitasi peningkatan jenjang pendidikan tenaga kesehatan. Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah transisi kualifikasi bidan dari diploma (D3) ke sarjana (S1) dan profesi melalui sistem perkuliahan hybrid.

"Program ini penting mengingat regulasi Undang-Undang Kesehatan terbaru mengharuskan tenaga bidan meningkatkan kualifikasi pendidikan agar tetap memperoleh tunjangan profesi dan jasa medis di masa mendatang," jelas Prof. Frans.

Keberlanjutan Program Agroeduwisata di Desa Mata Air

Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jeremias, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan penguatan dari berbagai program yang sudah berjalan. Salah satu capaian yang telah dirasakan manfaatnya oleh warga adalah pengembangan kawasan agroeduwisata di Desa Mata Air.

Kawasan tersebut sebelumnya sempat mendapatkan perhatian nasional saat dikunjungi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Johanis berharap hubungan formal dengan Pemkab Kupang ini semakin memperluas jangkauan teknologi pertanian tepat guna ke desa-desa lain di seluruh kabupaten.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat teras, di antaranya Asisten 1 Sekda Guntur Taopan, Kepala Dinas Kesehatan dr. Desimiyeti Ngatriani, dan Kepala Dinas Pertanian Amin Juariah. Dari pihak akademisi, hadir pula Wakil Direktur Akademik Politani Max A. Supit serta Wakil Rektor III UCB Jhon Esntein beserta jajaran dekanat terkait.

Bagikan
Sumber: flobamora-spot.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks