Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan memberikan edukasi kesehatan kepada 101 anak penyintas bencana di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang berlangsung sejak 15 September 2026 itu menyasar anak usia 0-19 tahun di Desa Aeramo dan Sekolah Dasar Kristen Wolorae, Kecamatan Aesesa. Materi yang diberikan mencakup Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) hingga pencegahan rabies dan demam berdarah.
NAGEKEO — PMI Jakarta Selatan mencatat total 117 penerima manfaat dalam kegiatan edukasi kesehatan di Kabupaten Nagekeo. Rinciannya, 101 anak berusia 0-19 tahun dan 16 orang dewasa, terdiri atas 57 laki-laki dan 60 perempuan.
Ketua PMI Jakarta Selatan Mundari menyatakan edukasi kesehatan penting untuk memberi pemahaman kepada anak-anak mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, terutama dalam kondisi pasca bencana.
"Kami berharap edukasi yang diberikan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Mundari di Jakarta, Senin.
Mengapa Anak-Anak Jadi Prioritas Edukasi Pasca Bencana
Mundari menjelaskan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pasca bencana. Risiko munculnya berbagai penyakit meningkat akibat perubahan kondisi lingkungan.
Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena tetap harus beraktivitas, belajar, dan bermain selama masa pemulihan.
Melalui edukasi kesehatan, PMI mengajak anak-anak untuk mengenali, memahami, dan mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Enam Langkah Cuci Tangan hingga Pencegahan Rabies Jadi Materi
Materi yang diberikan meliputi PHBS, enam langkah mencuci tangan, Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dan rabies, diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta Demam Berdarah Dengue (DBD).
Agar mudah dipahami anak-anak, edukasi dilakukan melalui berbagai metode. Mulai dari nyanyian, permainan dadu edukatif, penyampaian materi, hingga praktik langsung mencuci tangan menggunakan sabun.
Kegiatan tersebut telah berlangsung sejak 15 September 2026 di sejumlah lokasi. Salah satunya di Desa Aeramo dan Sekolah Dasar Kristen Wolorae, Kecamatan Aesesa.
Dukungan IFRC hingga Palang Merah Jepang
Program promosi kesehatan PMI tersebut didukung oleh International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dan International Committee of the Red Cross (ICRC).
Sejumlah mitra Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah turut mendukung, di antaranya Palang Merah Australia, Palang Merah Amerika, dan Palang Merah Jepang.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan relawan PMI setempat serta relawan PMI dengan spesialisasi tertentu yang didatangkan dari sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta dan Provinsi Bali.
"Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat yang terus diterapkan selama masa pemulihan maupun setelah kondisi kembali normal," katanya.