KUPANG — Pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan 6 sampai 25 knot. Angin kencang itu terpantau di sejumlah titik, mulai dari Selat Sape bagian selatan, Selat Pantar, Selat Alor, Laut Sawu, Selat Ombai, hingga Perairan Selatan Timor-Rote.
Kondisi tersebut mendorong peningkatan tinggi gelombang di perairan yang terdampak. BMKG memperkirakan gelombang kategori sedang dengan tinggi lebih dari 1,25 hingga 2,5 meter terjadi di sejumlah perairan NTT selama periode prakiraan.
Wilayah yang Berpotensi Dilanda Gelombang Sedang
Pada 23 hingga 26 September, gelombang sedang diprakirakan terjadi di 15 wilayah perairan. Daftarnya mencakup Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Flores, dan Perairan Selatan Alor-Pantar.
Wilayah lain yang masuk daftar adalah Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Sabu-Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, Perairan Selatan Timor-Rote, serta Perairan Taman Nasional Komodo. Pada periode tertentu, Perairan Selatan Sumba juga tercatat berpotensi mengalami gelombang sedang.
Gelombang Tinggi 3 Meter Hanya di Perairan Selatan Sumba
Selain kategori sedang, BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 3 meter. Kondisi itu diprakirakan hanya terjadi di Perairan Selatan Sumba pada 23 September pukul 08.00 WITA hingga 24 September 2026 pukul 08.00 WITA.
Untuk periode 24-25 September dan 25-26 September 2026, BMKG menyatakan tidak ada wilayah yang diprakirakan mengalami gelombang kategori tinggi.
Perairan Selatan Sumba Bertahan hingga 26 September
Pada 24 hingga 25 September 2026, gelombang sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Perairan Selatan Sumba. Memasuki 25 hingga 26 September, potensi serupa masih terdapat di Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, dan Perairan Selatan Sumba.
Wilayah Perairan Sabu-Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, serta Perairan Selatan Timor-Rote juga masih masuk daftar prakiraan gelombang sedang pada periode penutup tersebut.
Imbauan untuk Nelayan dan Operator Kapal
Masyarakat dan pengguna transportasi laut diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut. Nelayan, operator kapal, serta warga yang beraktivitas di wilayah pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami gelombang hingga 3 meter.
Informasi tinggi gelombang ini berlaku hingga 26 September 2026 pukul 08.00 WITA. Warga pesisir NTT disarankan memantau pembaruan prakiraan BMKG secara berkala seiring perubahan pola angin di perairan setempat.