KUPANG — Aktivitas pelayaran di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah berada dalam pengawasan ketat BMKG. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang laut di wilayah itu bisa mencapai 2,5 meter selama dua hari ke depan, sejak Kamis (3/9) hingga Jumat (4/9).
Prakirawan Stasiun BMKG Meteorologi Tenau Kupang, Arya Dalexta Fadly, menjelaskan potensi gelombang sedang ini tidak merata di seluruh perairan NTT, melainkan terkonsentrasi di enam titik utama yang kerap menjadi jalur lintas nelayan dan kapal pengangkut logistik.
Enam Wilayah Perairan yang Perlu Diwaspadai
Berdasarkan data prakiraan yang dirilis BMKG, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba, Selat Flores, Selat Lamakera, Selat Tantar, dan Selat Alor. Wilayah perairan selatan Flores dan Alor juga masuk dalam daftar waspada.
Potensi serupa membentang hingga Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Pukuafu, perairan selatan Sumba, serta perairan Sabu Raijua. Tak ketinggalan, perairan utara Kupang-Rote, perairan selatan Timor-Rote, dan kawasan Taman Nasional Komodo yang menjadi destinasi wisata bahari ikut terdampak.
Angin Kencang Jadi Pemicu Utama
Arya menjelaskan, kondisi cuaca di wilayah perairan NTT diprakirakan masih cerah hingga berawan. Namun, pola angin yang bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 10 hingga 56 kilometer per jam menjadi faktor utama pemicu tingginya gelombang.
Kecepatan angin yang mencapai lebih dari 50 kilometer per jam itu dapat menciptakan gelombang yang tidak bersahabat bagi kapal bermuatan kecil. Kombinasi ini, menurut Arya, wajib menjadi pertimbangan sebelum masyarakat memutuskan melaut atau berlayar antar pulau.
Imbauan Keselamatan bagi Nelayan dan Kapal Kecil
Menghadapi kondisi ini, BMKG menginstruksikan agar masyarakat dan pengguna transportasi laut tidak memaksakan diri untuk beraktivitas di laut apabila cuaca berubah menjadi kurang bersahabat. Risiko keselamatan meningkat signifikan saat angin kencang dan gelombang tinggi terjadi bersamaan, khususnya bagi kapal berukuran kecil.
“Informasi cuaca maritim dari BMKG menjadi salah satu acuan penting untuk mempertimbangkan keamanan perjalanan dan kegiatan di laut,” kata Arya
.BMKG mengimbau para nelayan yang biasa melaut di perairan selatan NTT dan kawasan sekitar Kupang-Rote untuk terus memantau pembaruan prakiraan cuaca sebelum berangkat. Pembaruan informasi dapat diakses melalui kanal resmi BMKG agar aktivitas ekonomi masyarakat pesisir tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan.