Pencarian

Pemprov NTT Latih 1.200 ASN Kelola Komunikasi Publik dan Krisis di Kupang

Jumat, 25 September 2026 • 11:16:31 WIB
Pemprov NTT Latih 1.200 ASN Kelola Komunikasi Publik dan Krisis di Kupang
Peserta mengikuti pelatihan komunikasi publik dan krisis bagi ASN di lingkungan Pemprov NTT di Kupang.

KUPANG — Pelatihan tersebut menghadirkan pakar komunikasi sekaligus Brand Strategist Kompas Institute Tarrence Palar, serta dua wartawan senior Harian Kompas, Budi Suwarna dan Frans Pati Herin. Para narasumber membekali peserta dengan perspektif praktis soal teknik wawancara, public speaking, storytelling, hingga penanganan komunikasi saat krisis.

Peserta yang hadir mencakup juru bicara, pejabat dan pengelola humas, pengelola komunikasi publik, serta ASN di lingkungan Pemprov NTT. Materi disusun agar aparatur mampu menyampaikan kebijakan dan program pemerintah secara tepat, akurat, transparan, dan mudah dipahami masyarakat.

Enam Kondisi yang Wajib Diwaspadai Saat Krisis

Tarrence Palar menyebut media relations bukan sekadar alat mempromosikan pemerintah dan program pembangunan. Menurutnya, praktik itu merupakan seni dan ilmu terapan untuk membangun komunikasi dua arah yang berkelanjutan antara pemerintah, jurnalis, dan publik.

Ia memaparkan sejumlah kondisi yang perlu mendapat perhatian serius dalam merespons krisis. Kondisi itu meliputi keselamatan jiwa dan data masyarakat, gangguan terhadap layanan publik, munculnya keresahan di tengah masyarakat, perhatian media atau regulator, potensi menurunnya kepercayaan terhadap lembaga, serta munculnya tren viral atau peningkatan percakapan publik secara signifikan.

"Media relations bukan sekadar instrumen untuk mempromosikan pemerintah dan program pembangunan, tetapi merupakan seni dan ilmu terapan untuk membangun komunikasi dua arah yang berkelanjutan antara pemerintah, jurnalis, dan publik," kata Tarrence Palar.

Kepercayaan dan Data Jadi Kunci Hubungan dengan Media

Tarrence menekankan hubungan pemerintah dengan media harus dibangun melalui kepercayaan, konsistensi informasi, keterbukaan terhadap pertanyaan publik, serta kemampuan menghadirkan data relevan. Data itu menjadi dasar menjelaskan suatu kebijakan atau persoalan kepada publik.

Pelatihan juga mencakup simulasi wawancara pers. Peserta dilatih menghadapi pertanyaan wartawan dalam situasi tekanan, termasuk saat isu krisis mencuat ke permukaan.

Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Kegiatan ini menjadi bagian upaya Pemprov NTT meningkatkan kualitas komunikasi pemerintah. Pemerintah provinsi ingin memperkuat keterbukaan informasi publik dan membangun hubungan profesional dengan media.

Keterampilan komunikasi krisis dinilai penting bagi daerah yang kerap menghadapi bencana hidrometeorologi. NTT termasuk wilayah rawan kekeringan, banjir, dan cuaca ekstrem yang menuntut respons informasi cepat dari pemerintah.

Pemprov NTT belum mengumumkan jadwal lanjutan pelatihan serupa. Peserta yang telah dibekali materi diharapkan menjadi ujung tombak penyampaian informasi resmi saat situasi darurat terjadi.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks