Pencarian

Lapas Kupang Gandeng Politani dan Bank Sampah Olah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi bagi Warga Binaan

Kamis, 15 Oktober 2026 • 18:46:02 WIB
Lapas Kupang Gandeng Politani dan Bank Sampah Olah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi bagi Warga Binaan
Warga binaan memilah sampah organik dan anorganik di tempat sampah terpisah di blok hunian Lapas Kelas IIA Kupang.

KUPANG — Lapas Kelas IIA Kupang menandatangani kerja sama dengan Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan Bank Sampah Mutiara Timor untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang terukur di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Warga binaan pemasyarakatan (WBP) dilibatkan langsung dalam setiap tahap, mulai dari pemilahan hingga pengolahan menjadi produk siap jual.

Kepala Lapas Kelas IIA Kupang Wawan Irawan menyebut selama ini sampah di lingkungan lapas hanya dikumpulkan lalu dibuang tanpa pengolahan lebih lanjut.

"Selama ini sampah seringkali hanya dikumpulkan lalu dibuang. Padahal, sampah organik dapat kita manfaatkan menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik dapat dipilah untuk didaur ulang atau diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Inilah yang ingin kita bangun di Lapas Kupang," kata Wawan di Kupang, Kamis.

Pemilahan Sampah Dimulai dari Setiap Blok Hunian

Lapas Kupang menyediakan tempat sampah terpisah berdasarkan jenisnya di tiap blok hunian. Langkah awal pengolahan sampah organik dilakukan melalui lubang kompos yang sudah disiapkan di area lapas.

Sampah plastik mulai diolah menjadi produk kerajinan, salah satunya bunga hias. Produk itu dinilai punya nilai tambah dari bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

Wawan menegaskan kolaborasi ini mengedepankan pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berorientasi pada pemanfaatan kembali. Tujuannya, meningkatkan pengetahuan serta keterampilan warga binaan dalam mengolah sampah organik dan anorganik.

Politani Kupang Siapkan Pendampingan Bidang Pertanian

Direktur Politani Negeri Kupang Johanis A. Jermias menyatakan pengelolaan sampah organik bisa dikembangkan sebagai bagian dari siklus pertanian berkelanjutan. Produksi pupuk organik dinilai mendukung kegiatan budi daya tanaman.

Politani Negeri Kupang memiliki kompetensi di bidang pertanian, termasuk pengelolaan lahan kering yang relevan dengan karakteristik wilayah NTT. Kampus itu juga memiliki fasilitas Teaching Factory yang mengelola sampah organik menjadi pupuk.

Johanis menyampaikan kesiapan institusinya berkontribusi melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ia berharap kolaborasi ini menghasilkan praktik pengelolaan sampah yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung kegiatan produktif di Lapas Kupang.

Bank Sampah Tawarkan Pelatihan Kerajinan hingga Lilin Jelantah

Direktur Bank Sampah Mutiara Timor, Meilsi Anita Mansula, mengapresiasi langkah Lapas Kupang yang mulai membangun sistem pengelolaan sampah secara serius dan terarah. Ia membuka peluang pendampingan bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Beberapa alternatif yang ditawarkan antara lain pembuatan kerajinan dari tutup botol plastik, pengolahan kertas bekas menjadi kertas baru, serta pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin.

Menurut Meilsi, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan perubahan pola pikir, dari kebiasaan memakai dan membuang menjadi memilah, mengolah, serta memanfaatkan kembali sampah. Ia berharap kerja sama dengan Lapas Kupang memperluas jangkauan pengelolaan sampah dan membuka kesempatan warga binaan memperoleh keterampilan baru yang berpotensi dikembangkan setelah bebas.

Bekal Keterampilan Setelah Masa Pidana Berakhir

Wawan menekankan pembinaan di lapas tidak hanya soal menjalani masa pidana. Warga binaan didorong memiliki keterampilan praktis yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat.

"Melalui kerja sama ini, saya berharap warga binaan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai pengolahan sampah yang benar. Pembinaan tidak hanya tentang bagaimana mereka menjalani masa pidana, tetapi juga bagaimana mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat," ujarnya.

Kolaborasi tiga pihak ini menyasar dua sasaran sekaligus: mengurangi timbunan sampah di lingkungan lapas dan membekali warga binaan keahlian yang bisa menjadi sumber penghasilan setelah masa pidana selesai.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks