NUSA TENGGARA TIMUR — PT Pertamina Patra Niaga menambah 72 mobil tangki di Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Lampung untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU. Penambahan armada lewat skema spot charter itu menambah kapasitas total 1.704 kiloliter. Antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara dilaporkan kembali terkendali per Selasa (27/10).
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan pemantauan stok dan penyaluran BBM dilakukan berkala, disertai prioritas pengiriman ke SPBU yang butuh percepatan pasokan. Koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU diperkuat agar pasokan segera diterima.
Tambahan 41 Mobil Tangki di Jawa Timur
Jawa Timur menjadi wilayah dengan penambahan armada terbesar. Pertamina Patra Niaga mengerahkan 41 mobil tangki melalui skema spot charter dengan kapasitas total 1.184 kiloliter.
Sejumlah terminal dioperasikan 24 jam, dan layanan di 17 SPBU yang beroperasi nonstop ikut dioptimalkan. Langkah itu diambil untuk memangkas waktu tunggu kendaraan di dispenser.
Bitung dan Lampung Dapat Pasokan Pengganti
Di Sulawesi Utara, 11 mobil tangki ditambahkan dengan kapasitas 200 kiloliter. Operasional Integrated Terminal Bitung diperpanjang menjadi 24 jam penuh.
Lampung mendapat 20 mobil tangki berkapasitas 320 kiloliter. Pasokan dari IT Palembang dialihkan sebanyak 120 kiloliter untuk menutup kekurangan di wilayah itu.
“Setiap wilayah memiliki tantangan distribusi yang berbeda, mulai dari peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan yang sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu,” kata Kitty.
Antrean di Lima Wilayah Mulai Surut
Pemantauan operasional pada Selasa (27/10) menunjukkan antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara kembali terkendali. Lampung dan Gorontalo masih mengantre, tetapi trennya menurun.
Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang menjadi perhatian, mengalihkan pasokan dari terminal penyangga bila perlu, dan mengatur jadwal mobil tangki sesuai kondisi lapangan. Pemantauan berlanjut sampai BBM diterima dan dibongkar di SPBU.
Pengawasan Distribusi Libatkan Aparat
Pengawasan penyaluran dan pengaturan antrean di SPBU ikut dioptimalkan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dilakukan agar distribusi berjalan sesuai ketentuan.
“Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Kitty dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Bagi pengguna kendaraan di wilayah terdampak, tambahan armada dan operasional terminal 24 jam menjadi penanda pasokan sedang dikebut. Belum ada keterangan resmi soal wilayah berikutnya yang bakal dapat penebalan armada serupa.