ROTE NDAO — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung kawasan KSIGN di Rote Ndao didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Turut hadir Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Peninjauan mencakup tambak garam modern dan Gudang Garam Nasional berkapasitas 10.000 ton.
Pada Tahap II, pemerintah menggarap lahan 751,32 hektare. Gabungan dengan Tahap I menjadikan total kawasan terbangun 1.368,25 hektare.
Dalam jangka panjang, KSIGN berpotensi diperluas hingga 10.764 hektare melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta. Perluasan itu membuka peluang peningkatan kapasitas produksi sekaligus pengembangan industri terintegrasi, dari produksi, penyimpanan, hingga distribusi.
Kawasan ini ditargetkan menghasilkan 200 ton garam per hektare per tahun dengan kadar natrium klorida (NaCl) hingga 97 persen. Spesifikasi itu dibutuhkan sejumlah sektor industri yang menuntut garam dengan kadar tertentu.
Pencapaian target bergantung pada kesiapan infrastruktur, pengelolaan kawasan, dan keberlanjutan operasional produksi. Pemerintah sebelumnya menargetkan produksi garam di kawasan tersebut mulai berjalan pada September 2026.
Zulkifli menegaskan pengembangan industri garam modern sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan pangan dan kemandirian kebutuhan dalam negeri. Menurutnya, potensi pesisir Indonesia cukup besar untuk dikelola sendiri.
"Kalau terus impor, nilai ekonominya mengalir ke negara lain. Padahal kita memiliki potensi luar biasa. Sudah saatnya masyarakat pesisir menjadi pelaku utama yang menikmati kekayaan alam Indonesia," ujarnya seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (17/10).
Dengan kapasitas produksi terukur dan fasilitas penyimpanan memadai, pasokan garam nasional diharapkan lebih terjaga, termasuk untuk kebutuhan konsumsi dan industri.
Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyiapkan pelatihan dan sertifikasi bagi warga setempat. Tujuannya agar tenaga kerja lokal punya keterampilan mengelola industri garam modern dan terlibat langsung di kegiatan produksi maupun aktivitas pendukung kawasan.
Warga Rote Ndao, Nixon, menyambut baik kehadiran kawasan industri ini. "Kami bersyukur karena Rote dipilih menjadi kawasan industri garam nasional. Anak-anak muda nanti tidak perlu jauh mencari pekerjaan. Kami ingin garam dari Rote bisa memenuhi kebutuhan Indonesia dan menjadi kebanggaan daerah kami," ucap dia.
Harapan serupa muncul dari kalangan muda yang selama ini merantau ke luar daerah untuk mencari kerja. KSIGN diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Rote Ndao.
Zulkifli meminta seluruh pemangku kepentingan menjaga kawasan ini sebagai investasi jangka panjang bangsa. Dukungan pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat dinilai menentukan agar pengelolaan KSIGN berjalan berkelanjutan.
Pemerintah berharap KSIGN tidak hanya menaikkan produksi garam, tetapi juga memperkuat rantai pasok nasional dan menekan ketergantungan pada garam impor.