Kabut Asap Karhutla Meluas ke NTT, 2.775 Penerbangan Terdampak dan Bandara Ende Ikut Terganggu

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 21:15:31 WIB
Kabut asap karhutla meluas ke NTT dan mengganggu operasional Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende.

ENDE — Kabut asap dari karhutla yang sebelumnya terkonsentrasi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua kini menjangkau NTT. Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende masuk daftar bandara yang terdampak asap, bersama sejumlah bandara lain seperti Iskandar (Pangkalan Bun), Supadio (Pontianak), Mutiara SIS Al-Jufrie (Palu), Sultan Babullah (Ternate), Pattimura (Ambon), Mozes Kilangin (Timika), dan Rendani (Manokwari).

Asap menekan jarak pandang di sekitar bandara. Kondisi itu memengaruhi proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat, sehingga berujung pada keterlambatan, pengalihan, maupun pembatalan penerbangan.

Rincian 2.775 Penerbangan yang Terdampak

Dari total penerbangan terdampak, 1.170 penerbangan mengalami keterlambatan (delay) dan 1.544 dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed). Sebanyak 25 penerbangan dialihkan ke bandara lain (divert), 6 kembali ke bandara keberangkatan (return to base/RTB), dan 30 dimajukan jadwalnya (advance).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyebut kondisi sudah di luar batas kewajaran. Gangguan tidak hanya dialami masyarakat, tetapi juga operasional penerbangan.

"Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan," ujar Lukman.

Penerbangan Internasional Juga Kena

Pada rute internasional, 14 penerbangan dibatalkan. Sebanyak 12 penerbangan Singapura–Pontianak pulang pergi dibatalkan pada 12–23 September 2026 akibat asap di Bandara Supadio. Dua penerbangan Singapura–Palembang pulang pergi dibatalkan pada 15 Oktober 2026 akibat asap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Di luar karhutla, 26 penerbangan dalam negeri dibatalkan karena abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.

Langkah Bandara: Prosedur Jarak Pandang Rendah hingga Masker

Ditjen Perhubungan Udara meminta penyelenggara bandara di wilayah terdampak menjaga kesiapsiagaan. Langkahnya antara lain penerapan Low Visibility Procedures (LVP), prosedur operasi saat jarak pandang rendah, bersama AirNav Indonesia dan BMKG.

Bandara juga menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) berisi informasi penting operasional penerbangan dan meningkatkan kesiagaan di sisi udara. Pelayanan penumpang dioptimalkan lewat penyampaian informasi penerbangan berkala dan penyediaan masker.

Operasi water bombing masih berjalan. Hingga 20 Oktober 2026, pemadaman dari udara mencapai 5.320 flight cycle dan melibatkan 39 pesawat dari 11 operator. Bandara terdampak mendukung operasi itu dengan menyediakan area parkir pesawat dan helikopter, prioritas slot penerbangan, posko pemantauan karhutla, pendataan sumber air, dan ketersediaan bahan bakar.

40 Penerbangan Dibatalkan pada 22–25 Oktober

Sejumlah maskapai telah membatalkan 40 penerbangan yang dijadwalkan pada 22–25 Oktober 2026. Rute yang terdampak antara lain dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, dan Singkawang.

Penumpang pada rute tersebut diminta segera menghubungi maskapai untuk informasi penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengembalian biaya tiket (refund).

"Kami terus mendorong seluruh pihak meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Penumpang juga kami minta mengikuti arahan petugas di bandar udara apabila terjadi perubahan jadwal," tambah Lukman.

Koordinasi penanganan dilakukan melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga X bersama penyelenggara bandara, AirNav Indonesia, maskapai, BMKG, dan instansi terkait.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: bisnisnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top