Pencarian

Gempa M 7,7 di Nagekeo NTT Telan 91 Korban Jiwa, 163.035 Warga Mengungsi dan Butuh Bantuan Makanan

Kamis, 22 Oktober 2026 • 08:46:01 WIB
Gempa M 7,7 di Nagekeo NTT Telan 91 Korban Jiwa, 163.035 Warga Mengungsi dan Butuh Bantuan Makanan
Warga penyintas gempa M 7,7 di Nagekeo, NTT, berada di posko pengungsian untuk memenuhi kebutuhan dasar setelah kehilangan tempat tinggal.

NAGEKEO — Data korban gempa M 7,7 di sekitar Mbay, Nagekeo, NTT, masih menunjukkan skala kerusakan yang luas. Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan belum bisa memenuhi kebutuhan dasar, termasuk makanan, di tengah keterbatasan perlengkapan.

Rumah Zakat menurunkan personel relawan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyalurkan bantuan darurat ke titik-titik pengungsian. Lembaga itu membuka program "Berbagi Makanan untuk Penyintas Gempa NTT" guna memastikan kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi.

Skala Kerusakan: 18.019 Keluarga Terdampak, 91 Jiwa Meninggal

Gempa mengguncang kawasan sekitar Mbay dan memicu kepanikan hampir di seluruh wilayah terdampak. Warga yang sebelumnya sudah kehilangan harta benda harus menghadapi ketidakpastian pemenuhan kebutuhan harian.

Hingga laporan terbaru, jumlah pengungsi mencapai 163.035 jiwa. Sebanyak 1.507 orang mengalami luka-luka, sementara 91 jiwa dinyatakan meninggal dunia.

Aktivitas warga berhenti dan terbatas karena fasilitas serta perlengkapan seadanya. Banyak penyintas bingung mencari bantuan karena kondisi di sekitar mereka mengalami penderitaan yang sama.

Rp14.306.500 Terkumpul dari 252 Donatur

Program penggalangan dana Rumah Zakat untuk penyintas gempa NTT telah menghimpun Rp14.306.500 dari 252 donatur. Nilai transaksi minimal ditetapkan Rp25.000 per donasi.

Bantuan diarahkan untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas tetap terpenuhi meski berada dalam kondisi genting. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait di lapangan.

Mengapa Bantuan Makanan Jadi Prioritas

Penyintas yang tengah berjuang bangkit menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan dan perlengkapan. Tanpa bekal dan dengan kondisi lingkungan yang rusak, warga kesulitan memenuhi kebutuhan harian secara mandiri.

Rumah Zakat mengajak masyarakat ikut meringankan beban penyintas melalui program tersebut. Donasi dapat disalurkan melalui kanal resmi lembaga itu.

Penanganan pascagempa masih berlangsung, dengan prioritas pada pemenuhan kebutuhan darurat di posko-posko pengungsian.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rumahzakat.org

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks