SOE — Pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menunjukkan tren positif dengan capaian realisasi fisik yang melampaui target perencanaan sebesar 25 persen. Proyek strategis ini terus dipacu guna memastikan fasilitas pendidikan tersebut siap digunakan pada tahun ajaran baru mendatang.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Rabu (6/5) untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai jadwal. Ia mengapresiasi kinerja tim di lapangan yang mampu mencatatkan deviasi positif dalam progres konstruksi.
“Kami melaporkan bahwa pembangunan ini sudah mengalami kemajuan kurang lebih 27 persen. Ini patut kita syukuri dan banggakan,” ujar Johni Asadoma saat meninjau perkembangan proyek di TTS.
Meskipun kontrak pengerjaan secara keseluruhan dijadwalkan rampung pada Agustus 2026, sejumlah bangunan inti didorong selesai lebih awal. Fokus utama saat ini adalah penyelesaian gedung sekolah, asrama siswa, kantin, serta rumah dinas bagi guru dan staf.
Manajer Teknik PT Nindya Karya, Marganda Purba, menjelaskan bahwa pengerjaan telah dimulai sejak 21 Maret 2026. Untuk mengejar target penggunaan gedung pada Juni 2026, pihak kontraktor menerapkan strategi penambahan sumber daya secara signifikan.
“Bangunan prioritas yang dikejar selesai Juni antara lain gedung sekolah, asrama putra-putri, kantin, serta hunian guru dan staf,” kata Marganda Purba menjelaskan skala prioritas pengerjaan di lapangan.
Saat ini, terdapat 630 tenaga kerja yang beroperasi dengan sistem kerja bergilir hingga dini hari. Jumlah ini akan ditambah menjadi 800 orang dalam waktu dekat. Komposisi pekerja melibatkan 30 persen tenaga lokal sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Secara teknis, konstruksi gedung utama saat ini sudah memasuki tahap pengerjaan struktur lantai dua dan pengecoran ring balok. Pihak pelaksana juga mengonfirmasi bahwa material baja untuk struktur atas telah tersedia dan siap dikirim ke lokasi proyek di TTS.
Proyek ini tidak hanya membangun ruang kelas, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung komprehensif, meliputi:
Sekolah ini dirancang untuk menampung sekitar 160 siswa pada setiap angkatan. Pemerintah Provinsi NTT memproyeksikan institusi ini sebagai pusat keunggulan pendidikan yang akan menyaring talenta-talenta terbaik dari berbagai wilayah di NTT.
Pembangunan SMA Unggul Garuda merupakan bagian dari investasi jangka panjang Pemerintah Provinsi NTT dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemilihan TTS sebagai lokasi pembangunan juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui alokasi anggaran yang besar.
Johni Asadoma menegaskan bahwa kehadiran sekolah dengan fasilitas modern ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda di NTT agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional.
“Ini peluang emas bagi anak-anak NTT. Kita harus siapkan mereka agar bisa menjadi manusia hebat di masa depan,” tutur Johni menutup keterangannya.