MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka resmi melepas keberangkatan puluhan warga yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan keluarga jemaah di Kantor Bupati Sikka.
Berdasarkan data teknis, total jemaah calon haji asal Kabupaten Sikka tahun 2026 berjumlah 44 orang. Kelompok terbang ini terdiri dari 26 jemaah laki-laki dan 18 jemaah perempuan, termasuk di dalamnya terdapat satu orang jemaah kategori lansia.
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menyatakan bahwa kesempatan berangkat ke Makkah adalah sebuah kehormatan besar. Menurutnya, setiap umat Muslim mendambakan panggilan Tuhan untuk menyempurnakan rukun Islam tersebut.
”Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sikka, saya menyampaikan selamat kepada seluruh jemaah. Keberangkatan ini patut disyukuri,” kata Simon di hadapan para jemaah.
Mengingat rangkaian ibadah haji yang menguras fisik, Simon menitipkan pesan khusus mengenai kondisi kesehatan. Jemaah diminta tidak memaksakan diri dan tetap memperhatikan asupan nutrisi selama berada di Arab Saudi.
“Jaga kesehatan dengan mengatur makan, minum, dan istirahat yang cukup agar mampu menjalankan seluruh kewajiban, rukun, serta sunnah ibadah haji,” tegasnya.
Selain faktor fisik, Simon mengingatkan jemaah untuk memantapkan niat secara tulus. Kesabaran menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi di Tanah Suci yang dipadati jutaan orang dari seluruh dunia.
Pemerintah daerah menekankan agar jemaah asal Sikka mengedepankan sikap tolong-menolong. Mengingat jarak yang jauh dari keluarga di tanah air, sesama anggota rombongan harus berperan sebagai keluarga pengganti.
“Di Tanah Suci kita jauh dari keluarga. Ukhuwah Islamiyah harus jadi penolong. Sesama jemaah dalam rombongan adalah keluarga senasib dan sepenanggungan. Jangan prioritaskan individualitas, kedepankan kepentingan bersama,” ujar Simon.
Jemaah juga diinstruksikan untuk patuh pada arahan pembimbing dan petugas haji yang telah ditunjuk. Kedisiplinan waktu sangat krusial agar seluruh rangkaian kegiatan ibadah dapat diikuti tanpa ada jemaah yang tertinggal dari rombongan.
“Jadwal dan waktu yang telah ditentukan hendaknya diperhatikan dan diikuti dengan baik. Budayakan selalu tepat waktu di manapun berada,” pungkasnya.