Gubernur Melki Laka Lena Ajak GBI NTT Kolaborasi Atasi Kemiskinan

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 14:46:01 WIB
Gubernur Melki Laka Lena mengajak GBI NTT berkolaborasi dalam mengatasi kemiskinan di daerah.

SO’E — Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menuntaskan persoalan sosial yang kompleks. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala Badan Pengurus Daerah GBI NTT di Soe, Kamis (7/5/2026).

Melki menyebut tantangan besar seperti kemiskinan, stunting, hingga rendahnya kualitas pendidikan memerlukan keterlibatan aktif semua elemen masyarakat. Ia mendorong gereja untuk mengambil peran lebih dari sekadar pelayanan spiritual, yakni menjadi kekuatan sosial di tingkat akar rumput.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus terlibat. Gereja, komunitas, masyarakat, dunia pendidikan, semuanya harus bergerak bersama dalam semangat ‘Ayo Bangun NTT’,” ujar Gubernur Melki di hadapan para pendeta dan pengurus GBI.

Fokus Pemberdayaan Ekonomi Jemaat hingga Desa

Gubernur Melki menilai posisi gereja sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan harian warga. Menurutnya, pelayanan gereja akan jauh lebih relevan jika mampu menjawab persoalan konkret jemaat, terutama dalam penguatan ekonomi keluarga.

Pemerintah Provinsi NTT saat ini tengah memprioritaskan penguatan ekonomi rakyat sebagai solusi jangka panjang berbagai masalah sosial. Melki meyakini bahwa kemandirian ekonomi keluarga akan berdampak linear pada penurunan angka putus sekolah dan peningkatan kesehatan anak.

“Kalau ekonomi masyarakat kuat, banyak persoalan bisa ikut teratasi. Orang bisa sekolah, keluarga lebih sehat, kehidupan sosial juga lebih baik. Karena itu kami fokus pada penguatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia turut mengapresiasi inisiatif GBI yang telah memulai program pemberdayaan UMKM dan pendampingan sosial bagi jemaat. Pola-pola kerja sama seperti ini diharapkan terus berkembang agar manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat di pelosok desa.

Napas Gotong Royong dan Nilai Pancasila di NTT

Dalam arahannya, Melki mengingatkan kembali akar budaya gotong royong yang menjadi fondasi bangsa. Ia mengaitkan semangat kerja sama ini dengan nilai-nilai Pancasila yang digali Bung Karno saat masa pengasingan di Ende, Flores.

Menurutnya, sejarah telah mengajarkan bahwa persatuan dan kolaborasi adalah kunci utama dalam menghadapi masa-masa sulit. Semangat tersebut kini diterjemahkan melalui gerakan "Ayo Bangun NTT" sebagai ajakan moral bagi seluruh warga untuk berkontribusi pada perubahan daerah.

“Para pendiri bangsa sejak awal sudah meletakkan dasar bahwa kita tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Kita harus bergandengan tangan, membuka ruang kerja sama, dan membangun bersama,” ucap Melki.

Pemerintah Provinsi NTT kini membuka ruang dialog lebih luas bagi GBI dan lembaga keagamaan lainnya untuk merancang program pelayanan sosial yang lebih konkret. Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran seremonial, melainkan menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: selatanindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top