Pemkot Kupang Dukung Akademi Qur’an V, Sekda Sebut Bentengi Generasi Muda dari Krisis Keteladanan di Era Digital

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 11:56:01 WIB
Sekda Kota Kupang membuka Akademi Qur’an V untuk membentengi generasi muda dari krisis keteladanan di era digital.

KUPANG — Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt menilai era digital saat ini justru sering miskin keteladanan. Ia menyampaikan hal itu saat membuka Akademi Qur’an V Tahun 2026 yang digelar DPD Hidayatullah Kota Kupang, Senin.

“Kita hidup di era yang begitu cepat kemajuannya secara teknologi, tetapi sering kali miskin keteladanan. Banyak anak muda memiliki akses informasi yang luas, tetapi tidak semuanya memiliki pegangan nilai yang kuat,” kata Jeffry.

Jumlah Peserta Muda Jadi Sinyal Positif

Jeffry mengaku terkejut dan bahagia saat memasuki lokasi acara. Ia melihat jumlah generasi muda yang hadir justru lebih banyak dibanding peserta dari kalangan orang tua.

“Ini adalah marwah dari kegiatan ini. Mereka adalah harapan bagi keberlangsungan iman dan masa depan kota ini,” ujarnya.

Menurut dia, kehadiran peserta dalam jumlah besar menunjukkan bahwa pembinaan spiritual masih mendapat tempat penting di tengah gempuran teknologi dan informasi.

Tema Relevan dengan Tantangan Moral Anak Muda

Akademi Qur’an V mengusung tema “Menguatkan Cinta Al-Qur’an, Membangun Generasi Berakhlak Mulia”. Jeffry menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, khususnya dalam menghadapi tantangan moral yang dihadapi generasi muda.

Pemkot Kupang, lanjut dia, mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang mampu membentuk generasi muda yang disiplin, penuh kasih, dan menghargai sesama. “Ketika umat beragama membina generasi mudanya dengan nilai-nilai kebaikan, sesungguhnya kita semua sedang ikut membangun Kota Kupang,” tegasnya.

Akademi Qur’an: Bukan Sekadar Baca Kitab Suci

Ketua DPD Hidayatullah Kota Kupang Al Hapsi Gadri menjelaskan, Akademi Qur’an merupakan bagian dari upaya membentuk generasi Qur’ani yang siap menghadapi tantangan zaman. Ia menekankan bahwa pembinaan Al-Qur’an tidak hanya melahirkan kemampuan membaca kitab suci, tetapi juga membentuk karakter dan tanggung jawab sosial.

“Kegiatan ini adalah bagian dari ikhtiar menciptakan generasi emas Indonesia ke depan. Anak-anak yang hadir hari ini adalah aset Kota Kupang,” kata Al Hapsi.

Ia menambahkan, Hidayatullah berkomitmen terus berkolaborasi dengan Pemkot Kupang, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun stabilitas sosial serta pembinaan moral generasi muda.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top