KUPANG — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambangi Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Jumat. Kedatangannya merupakan respons langsung atas keluhan mahasiswa yang ditemui saat mendarat di Kupang sehari sebelumnya.
Dua jembatan penghubung di kawasan Amfoang rusak parah dan tak bisa dilalui kendaraan sejak tahun lalu. Akibatnya, Kecamatan Amfoang Timur, Amfoang Barat, Amfoang Barat Daya, Barat Laut, dan Utara praktis terisolasi.
Gibran mengakui kondisi di lapangan lebih parah dari yang dibayangkan. “Dua jembatan itu kelihatan cukup parah, dan saya lihat juga di desa ini keadaannya cukup kurang baik, terisolasi dan saya mohon maaf sekali,” ujarnya.
Dampak paling nyata dirasakan anak-anak sekolah. Setiap hari mereka harus melintasi sungai dalam kondisi basah karena jembatan putus. Gibran mendengar langsung paparan warga mengenai kesulitan sehari-hari yang dialami.
“Hari ini tidak ada jadwal saya ke Amfoang, hari ini jadwal saya ke Pulau Rote. Tetapi kemarin ketika mendarat di Kupang saya ketemu dengan teman-teman mahasiswa, mereka menyampaikan terkait infrastruktur di Amfoang,” kata Wapres.
Gibran berjanji membawa masalah ini ke tingkat pusat. Ia akan membicarakan solusi perbaikan jembatan dengan kementerian terkait setelah kembali ke Jakarta.
Kunjungan mendadak ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap daerah terpencil yang kerap luput dari pembangunan. Warga berharap janji itu tidak hanya menjadi seremonial belaka.