KUPANG — Vox Luminis, kelompok paduan suara yang namanya berarti “Suara Cahaya”, langsung mencuri perhatian dalam perayaan Hari Raya Pentakosta di Kapela Santo Agustinus Bello. Lagu-lagu liturgi yang dibawakan mulai dari lagu pembukaan hingga penutup diiringi musik gerejani, membuat umat yang hadir pada misa kedua ikut bernyanyi dengan antusias.
Paduan suara ini digagas oleh tiga sahabat, yakni Lukas Inta, Flavi Bo, dan Eres Mahodim yang akrab disapa Kiik Erens. Mereka membentuk wadah pelayanan musik liturgi ini sebagai sarana mempererat kebersamaan sekaligus mewartakan iman melalui nyanyian.
“Pentakosta menjadi momentum turunnya Roh Kudus yang memberi semangat baru bagi umat. Melalui pelayanan koor, kami ingin menghadirkan suasana misa yang hidup sehingga umat semakin dekat dengan Tuhan,” ujar Kiik Erens, salah satu anggota sekaligus pelatih Vox Luminis.
Kiik Erens mengungkapkan, persiapan dilakukan beberapa hari sebelum perayaan. Latihan rutin digelar untuk menyatukan harmoni suara dan mendalami makna setiap lagu liturgi yang dibawakan. Meski baru berusia satu bulan, kelompok ini tampil solid di hadapan ratusan umat.
Hal senada disampaikan Pasifika Tea, yang menilai pelayanan paduan suara bukan sekadar penampilan musikal. “Kami berharap pelayanan ini menjadi berkat bagi umat yang hadir. Sukacita Pentakosta harus dapat dirasakan bersama melalui nyanyian dan kebersamaan dalam perayaan misa,” katanya.
Perayaan Pentakosta yang dipimpin RD Konradus Takene dari Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi itu diwarnai nuansa merah, lambang Roh Kudus. Kapela yang telah dipenuhi umat sejak misa pertama menambah semarak perayaan pagi itu.
Bagi umat Katolik, Pentakosta menjadi momentum penting yang menandai turunnya Roh Kudus kepada para rasul. Peristiwa ini juga dipahami sebagai awal lahirnya Gereja dan semangat pewartaan Injil ke seluruh dunia. Kehadiran Vox Luminis menjadi warna tersendiri dalam perayaan tahun ini.