KUPANG — Dua dusun di pedalaman Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kini tak lagi gelap gulita. PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur menyelesaikan uji akhir jaringan listrik desa di Dusun Oekese dan Dusun Taetimu, Desa Hane, Kecamatan Batu Putih, Jumat pekan lalu.
General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono mengatakan listrik menjadi urat nadi kehidupan modern. "Harapan kami, dengan hadirnya listrik di kampung tersebut, anak-anak bisa belajar lebih baik pada malam hari dan masyarakat dapat meningkatkan produktivitas," ujarnya di Kupang.
Untuk menghadirkan energi di dua dusun terpencil itu, PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 4,59 kilometer sirkuit (kms). Selain itu, jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 12,16 kms serta tiga unit gardu distribusi dengan total kapasitas 150 kilo Volt Ampere (kVA) juga dipasang.
Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang Albertus Koko Hendriyanto menambahkan, masuknya listrik menjadi langkah awal bagi warga Desa Hane untuk memanfaatkan teknologi. "Masuknya listrik harapannya bukan hanya membawa terang, tetapi juga mempermudah akses masyarakat terhadap teknologi untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik," katanya.
Tokoh masyarakat Desa Hane, Simon Bahan, menyampaikan apresiasi atas terealisasinya akses listrik yang telah lama dinantikan. "Saya mewakili warga Desa Hane mengucapkan terima kasih kepada PT PLN (Persero) yang telah membawa terang bagi masyarakat di tempat ini. Kehadiran PLN benar-benar mengubah hidup kami," ucapnya.
Menurut Simon, kehadiran listrik menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk menikmati layanan dasar yang selama ini belum sepenuhnya tersedia. Ia berharap pasokan listrik dapat andal dan berkelanjutan.
Eko menjelaskan, uji akhir jaringan merupakan tahapan untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan memenuhi standar keselamatan dan keandalan sebelum resmi beroperasi. PLN memastikan infrastruktur di Desa Hane siap melayani masyarakat.
Hadirnya listrik di Dusun Oekese dan Taetimu juga menjadi bagian dari program listrik desa untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Nusa Tenggara Timur. Pemerintah menargetkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil melalui akses energi ini.
Eko menambahkan, kehadiran listrik tak hanya menghadirkan penerangan. Peluang peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan masyarakat, hingga pengembangan usaha produktif diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara keseluruhan.