Pencarian

Produser Jeremy Thomas Meninggal di Usia 77, Terry Gilliam Berduka

Minggu, 13 September 2026 • 21:18:02 WIB
Produser Jeremy Thomas Meninggal di Usia 77, Terry Gilliam Berduka
Produser film Jeremy Thomas meninggal dunia pada Jumat (26/9) di usia 77 tahun.

NUSA TENGGARA TIMUR — Industri perfilman internasional kehilangan salah satu figur paling berpengaruh. Jeremy Thomas, produser di balik puluhan karya ikonik selama lima dekade terakhir, menghembuskan napas terakhir pada Jumat (26/9) di usia 77 tahun.

Kabar tersebut langsung memicu reaksi dari para sineas yang pernah bekerja dengannya. Nama-nama besar seperti Terry Gilliam hingga Luca Guadagnino menyampaikan penghormatan terakhir melalui pernyataan resmi kepada media industri.

Terry Gilliam: Jeremy Selalu Melindungi Sutradara

Terry Gilliam, yang bekerja sama dengan Thomas dalam film Tideland dan The Man Who Killed Don Quixote, mengenang sosok Thomas sebagai produser yang mencintai setiap aspek pembuatan film.

"Jeremy Thomas loved making movies. He loved every aspect of the business, but most of all he loved directors," ujar Gilliam kepada Variety.

Gilliam menyoroti keberanian Thomas dalam mendanai proyek-proyek yang dianggap tidak lazim. Menurutnya, selera Thomas terhadap film sangat luas dan melampaui batas geografis.

"He was fearless in getting some very unlikely films financed and released, often to worldwide success," tambahnya.

Bagi Gilliam, pengalaman bekerja dengan Thomas memberikan rasa aman di tengah tekanan produksi yang intens. Ia menyebut Thomas sebagai "permata langka" di dunia produser.

Luca Guadagnino: Karya Jeremy Thomas Tak Tertandingi

Sutradara Luca Guadagnino menyampaikan duka mendalam atas kepergian Thomas. Keduanya sempat bekerja sama dalam dokumenter Joie De Vivre yang tayang di Festival Film Venesia.

"Jeremy Thomas' death leaves a gigantic void. The space he was fulfilling was a space of pure cinema," kata Guadagnino.

Guadagnino menilai Thomas memiliki kemampuan unik dalam berkolaborasi dengan pembuat film dan membuat mereka menjadi lebih baik.

"The canon of his work is unmatched, and some of the greatest movies of the past 50 years have been produced by him," ujarnya.

Ia juga menyoroti kemitraan Thomas dengan sutradara-sutradara besar seperti Nagisa Oshima dan Bernardo Bertolucci. Guadagnino mengaku menyesal tidak pernah diproduseri oleh Thomas semasa hidupnya.

Takashi Miike dan Kenangan di Toronto

Sutradara asal Jepang, Takashi Miike, mengaku terkejut dengan kabar duka ini. Keduanya memiliki rencana untuk merayakan premier film terbaru mereka, Bad Lieutenant: Tokyo, di Festival Film Toronto.

"We promised to celebrate the world premiere here in Toronto and have a good drink together," ujar Miike.

Miike menyebut Thomas sebagai sosok yang memberinya sayap dalam berkarya. Ia menggambarkan Thomas sebagai mentor hebat dan teman yang tidak tergantikan.

Danny Boyle Hingga Mark Cousins Ikut Berduka

Rekan sesama produser asal Inggris, Andrew Macdonald, mengenang Thomas sebagai pahlawan baginya. Macdonald, yang merupakan mitra produksi Danny Boyle, menyebut Thomas sebagai "rebel with taste".

Produser Stephen Woolley menyebut Thomas sebagai "colossus" atau raksasa industri. Ia mengaku pertama kali bertemu Thomas di Tokyo pada 1981 saat penayangan film Merry Christmas Mr. Lawrence.

"Jeremy Thomas was the person in 1981 in Japan who didn't suggest but insisted that I be a film producer!," kenang Woolley.

Sutradara Mark Cousins, yang membuat dokumenter The Storms of Jeremy Thomas, mengenang perjalanan darat mereka ke Cannes. Menurutnya, Thomas menjalani hidup seperti memimpin orkestra.

Sepanjang kariernya, Jeremy Thomas memproduseri film-film seperti The Last Emperor, The Sheltering Sky, dan Merry Christmas Mr. Lawrence. Warisannya sebagai produser yang menjembatani sinema dunia akan terus dikenang oleh para pembuat film lintas generasi.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks