KUPANG — Polda NTT mulai mendalami kasus kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni dengan memeriksa keluarga inti korban. Pemeriksaan berlangsung di ruang Subdit 1 Perempuan Direktorat Reserse PPA dan PPO, Jumat (10/7/2026).
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda NTT Kombes Nova Irone Surentu membenarkan pemeriksaan tersebut. "Ya, saat ini masih menjalani pemeriksaan dari penyidik," kata Nova saat dihubungi, Jumat.
Nova belum bersedia membeberkan materi pemeriksaan karena proses masih berlangsung. "Mohon maaf belum bisa terkait apa yang diperiksa dan bagaimana pemeriksaannya karena masih pemeriksaan," jelasnya.
Langkah pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang diajukan pihak keluarga pada Jumat (3/7/2026). Kuasa hukum keluarga, Viktor Manbait, menyebut laporan resmi telah diterima SPKT Polda NTT dengan empat orang terlapornya.
"Kami sudah membuat laporan resmi di SPKT Polda NTT dan terlapornya ada empat orang. Salah satunya merupakan dokter hewan di Dinas Peternakan TTU," ujar Viktor di Mapolda NTT, pekan lalu.
Keempat orang yang dilaporkan adalah tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), yakni Therensius Lazakar (Golkar), Norbertus Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDIP). Satu lainnya adalah Maria Mathildis Sau, istri Norbertus Tubani, yang berprofesi sebagai dokter hewan di Dinas Peternakan TTU.
dr. Icha merupakan dokter umum di Rumah Sakit Leona Kefamenanu. Ia meninggal dunia akibat depresi setelah diduga diintimidasi oleh keempat orang tersebut. Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan aparatur negara dan tenaga kesehatan di daerah perbatasan.
Polda NTT terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Pemeriksaan terhadap keluarga korban menjadi krusial untuk mengungkap kronologi intimidasi yang diduga dialami dr. Icha sebelum meninggal.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih memeriksa para saksi. Belum ada keterangan resmi mengenai kapan pemeriksaan terhadap para terlapor akan dilakukan.