MAUMERE — Peristiwa nahas itu terjadi saat Semuel tengah memeriksa unit reefer di area pelabuhan. Ia mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan nyawanya tak tertolong. Hingga kini, manajemen Pelindo masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut.
Angga Adi Prebawa mengatakan, tim Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Pelindo langsung bergerak melakukan investigasi secara menyeluruh. “Kami melakukan evaluasi terhadap seluruh aspek keselamatan kerja terkait insiden ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (12/1).
Perusahaan pelat merah itu berkomitmen bersikap kooperatif dalam proses hukum yang berjalan. “Pelindo juga mendukung sepenuhnya proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan instansi terkait,” kata Angga. Ia menegaskan, seluruh data dan informasi yang dibutuhkan aparat akan diberikan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Pelindo memastikan hak-hak korban dipenuhi sesuai ketentuan. “Termasuk pemberian santunan, bantuan biaya pemakaman, dan pendampingan kepada keluarga korban,” jelas Angga. Pihaknya mengimbau publik tak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan sebelum hasil investigasi rampung.
Angga menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional Pelindo. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar penguatan sistem K3. “Demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” tambahnya.
Atas nama manajemen, Angga menyampaikan duka cita mendalam. “Kami mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” pungkasnya.