BELU — Rombongan Pejabat Utama Polres Belu terlebih dahulu tiba di Makodim 1605/Belu. Dandim 1605/Belu Letkol Arh. Ariestyo Ardyanto langsung menyambut kedatangan mereka. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Dalam diskusi, kedua pihak membahas langkah strategis untuk menjaga keamanan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, menegaskan bahwa soliditas antara TNI dan Polri adalah fondasi utama.
"Wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri sehingga membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang semakin erat," ujar AKBP I Gede Eka Putra Astawa. Ia menambahkan, sinergi yang kuat memungkinkan setiap potensi gangguan keamanan diantisipasi secara cepat, tepat, dan terpadu.
Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar sependapat. Menurutnya, komunikasi intensif antarinstitusi menjadi kunci menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Hal ini juga dinilai penting untuk mendukung percepatan pembangunan di daerah perbatasan.
Usai dari Makodim, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kejaksaan Negeri Belu. Kepala Kejaksaan Negeri Belu Johannes H. Siregar, S.H., M.H., bersama jajarannya menerima langsung kunjungan tersebut.
Pertemuan ini membahas penguatan koordinasi dalam proses penegakan hukum. Kedua institusi juga berkomitmen meningkatkan efektivitas komunikasi antaraparat penegak hukum. Pelayanan hukum yang profesional, transparan, akuntabel, dan berkeadilan bagi masyarakat menjadi target bersama.
"Sinergi antara Polri, Kejaksaan, dan TNI merupakan elemen penting dalam menciptakan sistem penegakan hukum yang efektif dan berintegritas," kata AKBP I Gede Eka Putra Astawa.
AKBP I Gede Eka Putra Astawa berharap hubungan baik yang sudah terjalin terus diperkuat. Ia meyakini kolaborasi yang solid akan membuat pelaksanaan tugas berjalan lebih optimal. Dampaknya, kepastian hukum dan stabilitas keamanan di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka bisa terjaga.
Melalui kegiatan ini, Polri, TNI, dan Kejaksaan menegaskan komitmen bersama. Mereka sepakat untuk terus menjaga kekompakan dan mempererat koordinasi lintas sektoral. Tujuannya, mengawal keamanan wilayah perbatasan RI–RDTL agar tetap aman dan kondusif demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.