Bupati Sikka Peringatkan Kontraktor Proyek Puskesmas Boganatar Rp 8,6 Miliar: Jangan Ulangi Kisah Tuanggeo

Penulis: Jauhari Lubis  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 16:22:53 WIB
Bupati Sikka memperingatkan kontraktor CV Central Pratama agar proyek Puskesmas Boganatar senilai Rp8,6 miliar tidak mengalami masalah serupa pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Palue.

Juventus secara spesifik menyoroti pengalaman pahit pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Kecamatan Palue yang bermasalah. Ia menegaskan proyek Puskesmas Boganatar tidak boleh bernasib sama.

“Kita semua tentu tidak ingin pembangunan fasilitas kesehatan ini bernasib sama seperti pengalaman pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Palue pembangunannya bermasalah,” ujar Juventus dalam sambutannya.

Bupati meminta kontraktor CV Central Pratama dan konsultan pengawas CV Eza Consultant untuk saling mendukung. “Saya minta kontraktor, pengawas, dan konsultan membantu kita untuk memastikan proyek berjalan dengan baik sesuai batas waktu,” sambungnya.

Anggaran Rp 8,6 Miliar untuk 5.971 Jiwa di Lima Desa

Puskesmas Boganatar akan melayani warga dari lima desa: Kringa, Ojan, Timutwa, Hikong, dan Udekduen. Total penduduk yang menjadi sasaran mencapai 5.971 jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, mengungkapkan anggaran proyek berasal dari Kementerian Kesehatan. Menurutnya, dana itu merupakan hasil perjuangan bersama Bupati Sikka di tingkat pusat.

Fasilitas ini akan menampung 73 tenaga kesehatan, terdiri dari 26 PNS, 29 PPPK, dan 18 PPPK paruh waktu. Rincian profesinya meliputi 24 perawat, 23 bidan, serta 26 tenaga kesehatan lainnya.

Puskesmas Tanpa Dokter Sejak Oktober 2025

Meski pembangunan fisik dimulai, Puskesmas Boganatar menghadapi persoalan serius: tidak memiliki dokter sejak Oktober 2025. Pemerintah daerah masih mencari solusi karena regulasi melarang perekrutan tenaga sukarela dalam bentuk apa pun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan gedung saja tidak cukup tanpa jaminan ketersediaan tenaga medis. Warga di lima desa berharap ada penempatan dokter tetap begitu puskesmas beroperasi penuh.

Komitmen Warga dan Camat: Kawal Sampai Tuntas

Camat Talibura, Fransiskus Ismail, berjanji mengawal proyek bersama tokoh adat dan seluruh pemangku kepentingan. Ia mengakui tantangan efisiensi anggaran yang sedang terjadi.

“Tentunya tidak mudah karena pada saat ini kita mengalami efisiensi yang luar biasa,” ujarnya. Ia menyampaikan terima kasih atas dimulainya pembangunan puskesmas yang dinanti warga.

Bupati Juventus meminta semua pihak ikut memantau proses pembangunan. “Mari kita jaga bersama, mulai hari ini pada peletakan batu pertama hingga selesai dan diresmikannya gedung baru puskesmas ini,” pungkasnya.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: ekorantt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top