JAKARTA — Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut tema "Beri Sayap untuk Mimpi Tanpa Batas" bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan panggilan moral. Menurutnya, mimpi tidak pernah mengenal disabilitas; yang membatasi justru kurangnya kesempatan, dukungan, dan kepedulian masyarakat.
"Yang sering membatasi mimpi justru adalah kurangnya kesempatan, kurangnya dukungan, dan kurangnya kepedulian kita sebagai masyarakat untuk membuka jalan," tegas Melkiades di hadapan Wakil Menteri HAM Mugiyanto, Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria, delegasi Lions Club Indonesia, serta para pengusaha dan filantropis yang hadir.
Bagi Provinsi NTT, kepercayaan menjadi tuan rumah Pesonas II merupakan kehormatan sekaligus amanah. Gubernur menjelaskan, ajang ini menjadi pernyataan bahwa Indonesia bergerak menuju masyarakat inklusif, yang melihat kemampuan sebelum melihat keterbatasan.
"Kami percaya bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur, tetapi juga kemampuan menghadirkan ruang yang setara bagi setiap warga negara untuk hidup, berkarya, dan berprestasi," ujar Melkiades.
Sekretaris Panitia Charity Night, Ine Kharisma, menjelaskan Pesonas II akan digelar di Kupang pada 13-18 Oktober 2026. Ajang multi-event tingkat nasional ini direncanakan diikuti 1.368 peserta dari 23 provinsi dengan tujuh cabang olahraga: atletik, bocce, sepakbola, renang, bulu tangkis, tenis meja, dan senam ritmik.
Atlet berprestasi di Pesonas II akan menjadi dasar pengiriman kontingen ke Special Olympics World Summer Games (SOWG) di Santiago, Chile pada 16-24 Oktober 2027. Indonesia mendapat kuota 69 delegasi, terdiri dari atlet terbaik, pelatih, pengurus tim, hingga tim medis.
Ketua Umum PP SOina, Warsito, menegaskan kepedulian terhadap atlet disabilitas merupakan wujud nyata membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas intelektual. Menurutnya, olahraga bukan hanya membangun kemampuan fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan persahabatan.
"Setiap dukungan yang diberikan, sekecil apa pun, akan menjadi investasi bagi masa depan para atlet kami. Bantuan tersebut akan menghadirkan lebih banyak senyuman, harapan, dan kesempatan bagi mereka untuk mewujudkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi," jelas Warsito.
Ketua Panitia Charity Night, Gatot Prihandono, mengatakan acara dirangkaikan dengan penyematan PIN Sahabat SOIna, penampilan cabang olahraga dance sport "Tarian Ondel-Ondel", tari "This is Me", serta permainan biola atlet SOina. Sekretaris Panitia Ine Kharisma menambahkan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan edukasi publik mengenai pentingnya penerimaan sosial terhadap penyandang disabilitas intelektual.