NUSA TENGGARA TIMUR — MLB mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan memo dari kantor komisaris pada 11 Juni 2024 yang melarang penggunaan iPad di dugout untuk aplikasi AI generatif. Larangan ini mencakup aplikasi kustom yang memberikan rekomendasi soal substitusi pemain, pemanggilan pitcher (pitch calling), dan keputusan lain yang biasanya dibuat oleh pemain dan pelatih secara langsung.
Laporan dari The Athletic mengungkapkan bahwa sebanyak sepertiga dari seluruh tim MLB telah menggunakan iPad untuk tujuan yang tidak semestinya. Meski begitu, MLB memastikan tidak ada klub yang akan dikenakan sanksi setelah dilakukan peninjauan dan seluruh organisasi dinyatakan telah mematuhi aturan baru.
"Harus menghentikan kecurangan sebelum benar-benar terjadi kecurangan," ujar seorang pejabat front office yang tidak disebutkan namanya kepada The Athletic.
Penggunaan iPad di dalam pertandingan sebenarnya sudah mendapat batasan ketat sejak skandal pencurian tanda (sign-stealing) terungkap pada 2021. Dalam beberapa tahun terakhir, tim-tim mulai mendorong keringanan aturan tersebut, namun komisaris justru memutuskan untuk memperketatnya kembali di pertengahan musim ini.
Perubahan kebijakan yang tidak biasa ini dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan teknologi yang semakin canggih. MLB khawatir aplikasi AI generatif dapat mengambil alih fungsi pengambilan keputusan yang selama ini menjadi inti dari strategi manusia dalam olahraga.
Bagi penggemar baseball yang akrab dengan statistik, penggunaan AI untuk mengolah data dengan cepat terdengar masuk akal. Memang ada keputusan terbaik secara matematis di setiap momen pertandingan. Namun, ketika faktor fisik, mental, dan emosional pemain ikut berperan, jawaban yang benar secara statistik belum tentu menjadi pilihan terbaik di lapangan.
"Baseball bukanlah catur," tulis laporan awal yang mendasari artikel ini. Menggunakan teknologi sebagai pengganti naluri dan intuisi manusia justru berisiko menghilangkan esensi dan keseruan olahraga itu sendiri.
Bagi penonton setia MLB, pemandangan pemain dan staf berkumpul mengelilingi tablet di dugout mungkin sudah biasa. Selama ini perangkat tersebut digunakan untuk meninjau performa atau menghitung statistik menit terakhir. Dengan aturan baru ini, fungsi iPad di dugout kembali dibatasi hanya untuk keperluan review, bukan sebagai alat bantu keputusan strategis berbasis AI.
Langkah MLB ini menjadi preseden menarik bagi olahraga lain yang mulai melirik teknologi AI. Keseimbangan antara bantuan teknologi dan keputusan manusia tetap menjadi perdebatan yang belum usai.