WAIKABUBAK — Keputusan itu lahir di tengah atmosfer perlombaan yang riuh. Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyaksikan langsung kualitas penyelenggaraan dan semangat para joki cilik yang memacu kuda tanpa pelana di Arena Gelora Pada Eweta. “Setelah hari ini saya melihat langsung pacuan kuda ini, maka pada PON XXII Tahun 2028, pacuan kuda tradisional dilaksanakan di sini,” ujar Marciano yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan ribuan penonton.
Penetapan ini bukan sekadar penunjukan arena pertandingan. Bagi masyarakat Sumba, Gelora Pada Eweta adalah rumah bagi tradisi pacuan kuda yang telah hidup lintas generasi. Joki-joki berlomba tanpa pelana dengan teknik berkuda yang diwariskan secara turun-temurun, menjadikan cabang ini memiliki kekhasan tersendiri di kancah olahraga nasional.
Gubernur NTT yang juga Ketua Umum KONI Provinsi NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menilai keputusan ini membuka lembaran baru bagi NTT. Sebab, untuk pertama kalinya provinsi kepulauan ini dipercaya menjadi tuan rumah salah satu cabang olahraga pada pesta olahraga nasional. “Ini menjadi momentum besar bagi olahraga dan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Gubernur Melki secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang, yang dinilainya berhasil menghadirkan Ketua Umum KONI Pusat ke Pulau Sumba. “Selamat kepada Pak Umbu Rudi Kabunang yang telah berhasil menghadirkan Bapak Ketua Umum KONI Pusat ke Sumba, khususnya di Arena Gelora Pada Eweta,” kata Gubernur Melki di hadapan ribuan warga yang memadati tribun.
Kehadiran pimpinan tertinggi KONI itu dinilai sebagai langkah strategis yang membuka jalan bagi lahirnya keputusan bersejarah tersebut. Menurut Gubernur Melki, dampak dari penetapan ini tidak hanya mengangkat prestise olahraga, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, UMKM, hingga pembinaan atlet. “Yang berpacu hari ini bukan hanya kuda. Yang berpacu adalah mimpi anak-anak Sumba,” ujarnya.
Momentum bersejarah itu turut disaksikan Ketua Umum PP Pordasi Berkuda Memanah Triwatty Marciano, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Josef Nae Soi, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, serta jajaran Forkopimda. Bagi NTT, penunjukan Gelora Pada Eweta bukanlah garis akhir. Gubernur Melki menyatakan bahwa keputusan ini akan dilaporkan dalam Rapat Kerja Daerah KONI Provinsi NTT sebagai langkah awal menyiapkan infrastruktur, pembinaan atlet, dan tata kelola penyelenggaraan menuju PON XXII Tahun 2028.