NUSA TENGGARA TIMUR — Harga layanan streaming TV langsung terus meroket, dan YouTube TV jadi contoh paling gamblang. Layanan milik Google ini kini mematok tarif USD 83 per bulan, jauh dari harga awal yang cuma USD 35. Namun, kenaikan ini dibarengi dengan isi saluran yang tak ada tandingannya: 78 dari 100 jaringan TV paling populer versi CNET — termasuk ABC, CBS, Fox, NBC, dan PBS lokal di seluruh Amerika Serikat.
Dari segi jumlah saluran, YouTube TV unggul mutlak. Tidak ada layanan streaming TV langsung lain yang menawarkan sebanyak ini dalam satu paket harga dasar. Hulu Plus Live TV, pesaing terdekatnya, bahkan lebih mahal dengan USD 90 per bulan — meski sudah termasuk akses ke Hulu on-demand, ESPN Plus, dan Disney Plus.
Namun, banyak saluran belum tentu berarti semua saluran yang Anda tonton. Jika Anda penggemar olahraga berat, Fubo mungkin lebih cocok karena fokus ke konten olahraga. YouTube TV justru menawarkan paket all-in-one tanpa banyak opsi upgrade — hanya ada satu tambahan berbayar: paket 4K seharga USD 10 per bulan.
Keunggulan lain YouTube TV ada di pengalaman pengguna. Antarmukanya hanya punya tiga tab utama — Library, Home, dan Live — yang tersusun rapi di layar. Tab Live menampilkan jadwal program bergaya grid TV kabel klasik, lengkap dengan fitur kustomisasi urutan saluran favorit.
Fitur cloud DVR-nya jadi yang terbaik di kelasnya: penyimpanan tak terbatas, bisa diputar ulang kapan saja, dan mendukung perekaman konten langsung. Semua pelanggan juga sudah mendapatkan suara surround 5.1 — sesuatu yang masih jadi barang mewah di kompetitor.
Pencarian konten juga mulus. Bisa lewat teks, voice remote, atau Google Assistant. Riwayat pencarian dipakai untuk rekomendasi, tapi bisa dihapus kapan saja jika Anda tidak ingin dilacak.
Paket 4K seharga USD 10 per bulan mungkin terdengar mahal, apalagi konten 4K yang tersedia masih terbatas. Namun, paket ini juga membuka fitur streaming simultan tanpa batas dan unduhan DVR — dua fitur yang tidak dimiliki paket dasar. Jadi, untuk rumah dengan banyak pemirsa aktif, upgrade ini bisa masuk akal.
Dengan harga USD 83, YouTube TV berada di posisi menengah-atas. Sling TV Blue yang cuma USD 46 per bulan jelas lebih hemat, tapi salurannya jauh lebih sedikit. Hulu Plus Live TV memang lebih mahal (USD 90), namun bundel Disney-nya bisa jadi nilai tambah jika Anda juga berlangganan Disney Plus dan ESPN Plus.
Bagi Anda yang ingin pengalaman TV kabel tanpa kontrak — saluran lokal lengkap, DVR raksasa, dan antarmuka yang responsif — YouTube TV masih layak dipertimbangkan. Tapi sadarilah: harga ini bukan harga final. Dalam tiga tahun terakhir, YouTube TV sudah naik berkali-kali. Pertanyaannya, sampai kapan Anda rela membayar Rp 1,3 juta sebulan untuk nonton TV?