SD Inpres Naimata Kupang Terima Dana Revitalisasi Rp 3,1 Miliar, Sekolah 3 Shift Kini Jadi 1 Shift

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 21:18:31 WIB
Murid SD Inpres Naimata, Kupang, mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas baru hasil revitalisasi senilai Rp 3,1 miliar.

KUPANG — Kegembiraan menyelimuti SD Inpres Naimata, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, setelah sekolah itu menerima dana revitalisasi satuan pendidikan terbesar di Indonesia, senilai Rp 3,1 miliar. Dengan suntikan dana itu, sekolah yang sebelumnya kekurangan ruang kelas dan menerapkan sistem tiga shift, kini bisa beroperasi normal dengan satu shift penuh pada pagi hari.

Dari Tiga Shift Jadi Satu Shift

Kepala Sekolah SD Inpres Naimata, Martinus Klau, mengungkapkan kondisi memprihatinkan sebelum revitalisasi. Dengan 539 murid, ruang kelas yang ada tidak mencukupi sehingga sekolah terpaksa memberlakukan tiga shift. Akibatnya, waktu belajar efektif yang seharusnya 35 menit per sesi terpangkas menjadi 25 menit, bahkan hanya 20 menit pada hari Jumat.

"Dulu anak-anak harus masuk siang sampai petang. Sekarang, puji Tuhan, dengan adanya 12 ruang kelas baru hasil revitalisasi dan 5 ruang bantuan Pemda, kami sudah bisa satu shift. Semua anak sekolah pagi," ujar Martinus saat konferensi pers di Kupang, Selasa (21/7/2026).

Fasilitas Ramah Disabilitas dan Papan Digital

Dana revitalisasi tidak hanya digunakan untuk menambah ruang kelas. Martinus menyebutkan bantuan juga dialokasikan untuk pembangunan toilet, ruang administrasi, dan sejumlah fasilitas yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.

"Di setiap unit itu sudah menyediakan kebutuhan anak-anak disabilitas, anak-anak inklusif. Mereka tidak mengalami hambatan ketika menggunakan toilet yang sudah tersedia," tambahnya.

Ke depan, SD Inpres Naimata juga akan mendapatkan tambahan fasilitas smart board. Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen, Khamim, menjelaskan bahwa dari satu unit, sekolah akan menerima tiga unit papan tulis digital tambahan tahun ini.

"Jadi nanti ada empat papan tulis digital. Guru-guru tidak lagi mengajar secara monoton. Anak-anak bisa belajar dengan cara yang menyenangkan dan interaktif," jelas Khamim.

Gotong Royong Orang Tua Siswa

Kesuksesan revitalisasi ini tidak lepas dari partisipasi para orang tua siswa. Ketua Komite SD Inpres Naimata, Siprianus Damai Nar, mengungkapkan bahwa area paving block seluas lebih dari 500 meter persegi di lingkungan sekolah merupakan hasil patungan para orang tua.

"Itu yang kami sumbang bersama para pekerja di sini. Sebelum pemasangan paving block, daerah ini sangat berdebu kalau musim panas dan sangat berlumpur kalau musim hujan," tuturnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S Ludji, menyebutkan bahwa dana revitalisasi Rp 3,1 miliar berasal dari kombinasi anggaran pusat, APBD, dan kontribusi sukarela orang tua siswa. Ia menilai SD Inpres Naimata layak menjadi contoh bagi sekolah lain di Kupang.

"Nilai Rp 3,1 miliar itu bukan angka yang sedikit. Yang luar biasa adalah panggilan hati para orang tua untuk berkontribusi," kata Ernest.

Program Prioritas Nasional

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan program prioritas nasional. Program ini bertujuan menyamakan kualitas sekolah umum dengan Sekolah Rakyat maupun Sekolah Garuda, terutama dalam hal fasilitas pembelajaran.

"Kalau di Sekolah Rakyat itu benar-benar dari nol, semua disiapkan. Mudah-mudahan revitalisasi juga tidak hanya bangunan ya," ujar Farida.

Dengan rampungnya revitalisasi, SD Inpres Naimata kini menyongsong tahun ajaran baru 2026/2027 dengan fasilitas yang lebih memadai. Fokus berikutnya, menurut Khamim, adalah mendorong peningkatan mutu pendidikan di sekolah tersebut.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top