Ganti Kepala BGN Dua Kali dalam Dua Bulan, Prabowo Tunjuk Sudaryono Benahi Tata Kelola MBG

Penulis: Hendra Setiawan  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 16:24:02 WIB
Sudaryono resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

NUSA TENGGARA TIMUR — Sudaryono yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah langsung buka suara soal arah kebijakannya. Ia menegaskan bahwa perbaikan tata kelola program MBG menjadi fokus utama di bawah komandonya. "Bahwa ada penyelewengan, ada pelanggaran hukum, ketidaktransparanan, dan hal-hal lain, selama ini ada," ujar Sudaryono usai pelantikan.

Ia menginstruksikan jajarannya untuk memastikan makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat aman dikonsumsi dan mampu meningkatkan kualitas gizi anak. Selain itu, Sudaryono mendorong pemberdayaan sumber daya pedesaan untuk memasok bahan baku program. "Tentu saja ini tidak bisa overnight kemudian besok beres semua. Saya bersama tim siap mendengar masukan dari mana pun, termasuk dari awal media. Kalau ada misalnya dapur kok tidak benar, segera laporkan. Kita langsung investigasi," tegasnya.

Dua Bulan, Tiga Nakhoda: dari Tersangka Korupsi hingga Mundur karena Kesehatan

Kursi pucuk pimpinan BGN tak pernah sepi dari gonjang-ganjing. Dalam kurun waktu kurang dari 60 hari, lembaga ini telah berganti nakhoda sebanyak tiga kali. Kepala BGN pertama, Dadan Hindayana, dicopot dari jabatannya pada awal Juni lalu dan langsung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola dan pengadaan program MBG periode 2025-2026.

Posisi Dadan kemudian digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Namun, masa jabatan Nanik hanya bertahan 45 hari. Ia mengundurkan diri dengan alasan kesehatan. Selama memimpin, Nanik sempat melakukan sejumlah gebrakan, seperti membentuk 11 tim untuk reformasi total di BGN, memerintahkan moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru, mengubah fokus penerima prioritas agar lebih tepat sasaran, hingga melibatkan pakar gizi dan kesehatan dalam penyusunan Dewan Pengarah MBG.

Tekanan Publik dan Tuntutan Transparansi

Pergantian kepemimpinan yang cepat ini mencerminkan besarnya tekanan yang dihadapi BGN. Program MBG yang digadang-gadang sebagai salah satu program unggulan pemerintah justru diterpa berbagai isu, mulai dari dugaan mark-up anggaran, distribusi yang tidak merata, hingga kualitas gizi makanan yang dipertanyakan. Dengan masuknya Sudaryono, publik menanti langkah konkret untuk membenahi lembaga ini. "Saya bersama tim siap mendengar masukan dari mana pun," janji Sudaryono, memberi sinyal bahwa era keterbukaan akan segera dimulai.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top