TPID Kota Kupang Gelar Operasi Pasar Murah di Enam Kecamatan, Beras dan Cabai Dijual di Bawah Harga Pasar

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 11:00:01 WIB
TPID Kota Kupang menggelar operasi pasar murah di enam kecamatan untuk menekan inflasi pangan daerah.

KUPANG — Operasi pasar murah ini merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Strategis (GPPS) Bali Nusra 2026 yang berlangsung serentak di tiga provinsi. Kota Kupang menjadi perhatian khusus karena menyumbang 54,89 persen terhadap pembentukan inflasi NTT.

Enam Kecamatan Jadi Sasaran, Oebobo Lebih Dulu

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang Muhammad Khairil mengatakan operasi pasar dimulai dari Kecamatan Oebobo pada 27 Juli 2026. Empat kecamatan lainnya akan menyusul pada awal Agustus.

Komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Harganya berada di bawah harga pasar berkat dukungan pemerintah daerah dan para mitra.

Kenaikan Harga Dipicu Cabai dan Bawang

Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan Kota Kupang pada Juni 2026 mencapai 4,02 persen. Komoditas penyumbang utama adalah beras, cabai rawit, bawang merah, dan tomat yang harganya terdongkrak musim kemarau dan rantai distribusi yang panjang.

"Operasi pasar murah ini merupakan langkah nyata pemerintah menjaga keterjangkauan harga dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia," ujar Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kupang Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ignasius Repelita Lega.

Bank Indonesia: Inflasi Harus Dikendalikan dengan 4K

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Rio Khasananda menambahkan pengendalian inflasi perlu dilakukan secara konsisten melalui strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Bank Indonesia akan memperkuat sinergi dengan TPID melalui operasi pasar, kerja sama antardaerah, fasilitasi distribusi, serta peningkatan produktivitas komoditas pangan strategis.

Pemkot Imbau Warga Belanja Bijak

Ignasius mengajak seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, distributor, dan kelompok tani memperkuat kolaborasi menjaga ketahanan pangan. Kepada masyarakat, ia mengimbau agar tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan.

"Pemerintah bersama seluruh mitra akan terus memastikan stok pangan tetap tersedia," katanya.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top